Kota Bengkulu (ANTARA) - Badan Pengembangan dan Pembina Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melaksanakan kegiatan diseminasi bahan bacaan literasi 2026 sebagai salah satu upaya memperkuat literasi masyarakat.

Kegiatan tersebut dilakukan guna memperluas bagan bacaan literasi serta meningkatkan pemanfaatan bahan bacaan yang telah dikembangkan untuk mendukung penguatan literasi di lingkungan pendidikan dan masyarakat khususnya di Kota Bengkulu.

"Ini sebagai wujud nyata dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan bermutu untuk semua. Penguatan partisipasi semesta menjadi salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI," kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Hafidz Muksin di Kota Bengkulu, Minggu.

Ia menyebut, penguatan literasi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang bermutu dan dapat diakses oleh semua kalangan.

Penguatan literasi tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri, sehingga diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah daerah, media massa, komunitas, hingga pengelola ruang publik.

Untuk itu, dengan adanya kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan literasi, khususnya di Kota Bengkulu dan Provinsi Bengkulu secara umum.

‎Hafidz menerangkan, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah tingkat literasi anak yang perlu terus ditingkatkan, karena itu, akses terhadap sumber bacaan bermutu menjadi salah satu langkah yang harus diperkuat.

‎"Kita mencoba meningkatkan akses sumber bacaan bermutu, baik di lingkungan sekolah, komunitas, masyarakat, satuan pendidikan, tempat-tempat publik, termasuk di bandara, perpustakaan umum, TBM, dan PKBM," terang dia.

Ketersediaan bahan bacaan harus diikuti dengan pemanfaatan secara optimal, sehingga buku tidak hanya tersedia di berbagai tempat, tetapi benar-benar digunakan sebagai sumber pengetahuan oleh masyarakat.

‎Selain penguatan literasi, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI juga mendorong peningkatan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik.

Sebab, masih ditemukan penggunaan bahasa Indonesia yang belum sesuai dengan kaidah, termasuk penggunaan istilah asing pada papan nama, nama gedung, kompleks perumahan, informasi publik, tata naskah dinas, hingga produk peraturan pemerintah daerah.

‎"Kita harapkan naskah dinas kita perbaiki, papan-papan pengumuman juga kita perbaiki, ruang publik juga kita perbaiki," ujarnya.

Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.