Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis melalui diplomasi bahasa dan sastra dengan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Program Residensi Rimbaud.
Dukungan tersebut ditunjukkan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen Hafidz Muksin yang mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menyambut penulis Prancis Louis-Philippe Dalembert di Semarang sebagai bagian dari pelaksanaan Program Residensi Rimbaud.
Hafidz dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Selasa mengatakan program yang digagas oleh Kedutaan Besar Prancis dan Institut français d’Indonésie (IFI) bersama Pemerintah Kota Semarang tersebut menjadi ruang perjumpaan antara penulis, masyarakat, akademisi, dan komunitas sastra sekaligus membuka peluang lahirnya karya yang merekam pengalaman Indonesia dari perspektif penulis internasional.
Ia mengatakan keterlibatan Kemendikdasmen dalam program tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas peran bahasa dan sastra sebagai instrumen diplomasi.
Menurutnya, interaksi kebudayaan melalui karya sastra dapat memperkenalkan Indonesia secara lebih mendalam sekaligus membangun hubungan antarmasyarakat kedua negara.
“Badan Bahasa secara terbuka mendukung Louis-Philippe Dalembert dalam menghasilkan karya sastra selama berada di Semarang. Melalui Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, kami akan membantu memberikan informasi serta fasilitasi yang berkaitan dengan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan literasi,” ujar Hafidz.
Lebih lanjut, ia menjelaskan Residensi Rimbaud merupakan program residensi sastra bilateral yang mengambil nama penyair Prancis Arthur Rimbaud.
Semarang memiliki keterkaitan historis dengan Rimbaud karena penyair tersebut pernah tiba di Semarang pada 1876 dan kemudian melakukan perjalanan menuju Salatiga.
Adapun Louis-Philippe Dalembert yang merupakan novelis dan penyair kelahiran Haiti dan kini bermukim di Paris menjadi penulis pertama yang mengikuti program tersebut.
Selama tiga bulan, yakni mulai dari bulan September hingga November 2026, Hafidz mengatakan Louis akan menjalani proses kreatif di Semarang, termasuk berkarya di Lawang Sewu serta berinteraksi dengan penulis, mahasiswa, peneliti, pembaca, dan komunitas melalui diskusi dan lokakarya.
Ruang ini, kata Hafidz, memiliki nilai strategis karena bahasa dan sastra tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi dan ekspresi budaya, tetapi juga dapat menjadi medium untuk membangun pemahaman lintas bangsa.
Karya sastra yang dihasilkan dalam bahasa Prancis, lanjutnya, juga akan menjadi penguat upaya memperkenalkan kekayaan tradisi Indonesia ke panggung dunia.
Dukungan Badan Bahasa akan dilakukan melalui Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, terutama dalam memberikan informasi dan fasilitasi terkait bahasa Indonesia serta bahasa daerah yang dapat memperkaya proses kreatif Dalembert selama berada di Semarang.
Baca juga: Meningkatnya minat berbahasa Indonesia perkuat hubungan RI-Vietnam
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.