Kemendikdasmen: 672 RKS mulai berjalan pulihkan layanan pendidikan NTT

Senin, 14 September 2026 22:00 WIB

Image Print

Sejumlah murid belajar di luar ruangan kelas di SDK Desa Cawalo, Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/9/2026). Sekolah-sekolah di pulau tersebut mulai kembali melaksanakan kegiatan belajar serta memberikan pemulihan psikologis para siswa atas trauma pascagempa bumi yang melanda daerah mereka pada 15 Agustus 2026. ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/YU

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan bantuan revitalisasi mulai diberikan bertahap kepada 187 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp50 miliar diikuti pembangunan Ruang Kelas Sementara (RKS) sebanyak 672 unit dengan total anggaran Rp3,5 miliar.

Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen Saryadi di Jakarta pada Senin mengatakan revitalisasi tersebut mencakup 140 satuan PAUD dengan nilai Rp500 juta, 5 SLB senilai Rp6,45 miliar, 2 PKBM dan 1 SKB dengan total Rp1 miliar, serta 39 SMK dengan nilai Rp42,2 miliar.

Sementara itu, untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, ia mengatakan proses verifikasi dan validasi telah dilakukan dan saat ini masih dalam tahap penghitungan kebutuhan.

Sementara terkait bantuan RKS, ia merinci pembangunan RKS menjangkau 194 RKS PAUD, 12 RKS SLB, dan 372 RKS SMK dengan nilai Rp4 juta per RKS, serta 65 RKS SMP dan 29 RKS SMA dengan nilai Rp15 juta per RKS.

Selain penyaluran bantuan revitalisasi dan pembangunan RKS, Saryadi menyampaikan Kemendikdasmen turut memberikan pendampingan psikososial kepada 75 sekolah melalui kolaborasi dengan berbagai mitra.

Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melaksanakan pelatihan bagi 120 fasilitator nasional dan 1.700 fasilitator daerah yang nantinya akan mendukung pendampingan bagi sekitar 51 ribu pendidik dan tenaga kependidikan di tujuh kabupaten terdampak.

“Langkah ini dilakukan untuk kembali membangun mental dan semangat para warga sekolah agar proses pembelajaran kembali pada situasi normal,” kata Saryadi.

Menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan keberlanjutan layanan pendidikan, Saryadi menjelaskan Kemendikdasmen juga telah mendistribusikan tenda kelas darurat dengan total nilai Rp5,5 miliar.

Bantuan tenda tersebut, lanjutnya, telah tersebar dan didistribusikan seluruhnya ke Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Ende.

Di sisi lain, bantuan awal senilai Rp6 miliar juga telah Kemendikdasmen salurkan ke tujuh kabupaten terdampak. Bantuan tersebut meliputi 10.000 paket makanan anak, 1.000 paket sembako, 5.500 school kit, 1.500 family kit, serta 10.000 buku bacaan.

“Kami turut mengapresiasi langkah pemerintah provinsi dan pemerintah daerah di NTT yang telah menerbitkan surat edaran maupun keputusan terkait penyelenggaraan pendidikan pascabencana. Kebijakan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Terdampak Bencana,” ujarnya.

Pewarta : Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026