Jakarta (ANTARA) - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menyiapkan sebanyak 71 desa sebagai percontohan dalam penerapan model Kuantum Desa untuk mempercepat peningkatan status pembangunan dan mendorong kemandirian desa.

Menurut Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal (BPSDM) Kemendes PDT, Rosyid Althaf, 71 desa tersebut akan dipilih dari 211 desa yang teridentifikasi mengalami lompatan status pembangunan berdasarkan hasil analisis Kemendes PDT.

“Kita coba di 71 desa dari 211 itu yang akan kita jadikan percontohan,” kata Rosyid dalam siniar Pos Depan, sebagaimana diikuti secara daring di Jakarta, Senin.

Menurut Rosyid, desa yang menjadi percontohan yang direncanakan diumumkan pada Oktober ini diharapkan tidak hanya menunjukkan keberhasilan pembangunan di wilayahnya sendiri, tetapi juga membagikan praktik baik kepada desa lain yang masih memiliki status pembangunan lebih rendah.

“Jadi, sebagai proses pembelajaran itu berarti kalau desa membutuhkan ilmu, datanglah ke desa kuantum itu,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pengalaman desa-desa yang berhasil meningkatkan statusnya akan dipelajari untuk mengidentifikasi langkah pemberdayaan, intervensi program, dan peran pendamping yang berkontribusi terhadap perubahan tersebut.

Baca juga: Mendes PDT ajak Baznas kolaborasi wujudkan desa zakat

Hasil pembelajaran itu, kata dia, direncanakan disusun dalam buku Kuantum Desa yang diterbitkan secara berseri serta panduan pendampingan, termasuk regulasi agar dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan desa.

Rosyid menambahkan pendamping desa diharapkan berperan dalam program tersebut karena mereka memiliki peran sebagai penghubung berbagai program pemerintah agar intervensi pembangunan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia berharap desa-desa yang telah mandiri dapat menjadi pusat pembelajaran bagi wilayah sekitarnya, sehingga praktik pemberdayaan yang berhasil dapat diterapkan lebih luas.

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.