Kemendagri Cium Skandal Raksasa Korupsi CPNS, 6 Ribu PNS Mau Dipecat
Jakarta, CNBC Indonesia - Skandal kecurangan dalam ujian masuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Thailand diperkirakan akan membuat 5.925 pegawai pemerintah daerah dipecat. Mereka akan kehilangan pekerjaan sebagai PNS pada bulan ini.
Mengutip Bangkok Post, Selasa (4/8/2026), Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand, Worasit Liangprasit, menyatakan bahwa komite yang menyelidiki ujian dan manajemen pejabat administrasi daerah akan menggelar pertemuan pada hari Rabu dan Kamis pekan ini. Worasit menginstruksikan pemerintah daerah untuk bertindak cepat dalam mencopot para pelaku kecurangan dari jabatan mereka.
"Manipulasi ini menjadi kasus korupsi terbesar di Thailand. Sekitar 10.000 orang terlibat dalam operasi curang yang mulai terbongkar pada bulan Juni tersebut," tegasnya.
Pilihan Redaksi
- Perang AS-Iran Makan Korban Baru: Vietnam
- Tok! Negara Dekat RI Ini Resmi Ganti Nama, Ini Nama Barunya
- Siap-Siap Tarif Dagang Trump Batal Lagi, Digugat 25 Negara Bagian
- Potret Fenomena Baru di Korsel, Ramai Anak Muda Cari Kerja di Jepang
Fokus utama penyelidikan ini tertuju pada ujian rekrutmen untuk Departemen Administrasi Daerah pada tahun 2025. Dalam pelaksanaannya, departemen tersebut menunjuk Universitas Srinakharinwirot sebagai pihak penyelenggara ujian.
Perlu diketahui, tingkat persaingan dalam ujian PNS Thailand sangat ketat, dengan lebih dari 400.000 kandidat bersaing untuk memperebutkan 6.669 lowongan yang tersedia. Pihak penyelidik meyakini bahwa sebuah sindikat telah meraup dana lebih dari 4,00 miliar baht (Rp 1,80 triliun) dari para pelamar yang mencari jaminan penempatan kerja.
Berbicara mengenai perkembangan kasus ini pada hari Senin, Komisaris Biro Investigasi Pusat (CIB), Pol Lt Gen Nathasak Chaowanasai, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah menetapkan dakwaan terhadap 13 orang tersangka.
"Lima tersangka di antaranya telah mengakui tuduhan tersebut, yang mana salah satunya merupakan seorang pejabat senior dari Universitas Srinakharinwirot," tutur Chaowanasai.
Sementara itu, delapan tersangka lainnya dilaporkan menunda jadwal pelaporan dan pemeriksaan mereka kepada pihak berwenang. Salah satu tersangka yang mangkir dari panggilan kepolisian adalah Teeruth Supawiboonpol, mantan Direktur Jenderal Departemen Administrasi Daerah.
Terkait sisa tersangka yang belum koperatif, Nathasak memperkirakan bahwa mereka akan segera menemui pihak kepolisian selambat-lambatnya pada awal minggu depan.
(tps/sef)
[Gambas:Video CNBC]