Garut (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia mendorong Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat untuk mencari tokoh potensial terkait ketokohannya, kebudayaan, perjuangan, maupun pemikirannya untuk bisa dipromosikan ke berbagai daerah bahkan bisa diketahui secara internasional.
"Di Garut banyak potensial ya, kebetulan karena saya di Direktorat Promosi. Apa saja sih potensi di Garut yang bisa kita bawa ke luar, kita promosikan," kata Direktur Promosi Kebudayaan pada Kemenbud RI, Wawan Yogaswara usai kegiatan Diskusi Budaya bertemakan "Dari Makassar ke Dunia: Menghidupkan Warisan Syekh Yusuf Al-Makassari Sebagai Diplomasi dan Promosi Kebudayaan Nusantara" di Cipanas, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu.
Ia menuturkan, kegiatan diskusi tersebut dalam rangkaian peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai tokoh Indonesia atau Nusantara yang memiliki kepahlawanannya di dua negara yakni Indonesia dan Afrika Selatan.
Salah satu tokoh tersebut, kata dia, tentunya bisa mendorong daerah lain seperti di Kabupaten Garut untuk menggali potensi tokoh maupun budaya kemudian diakurasi sampai akhirnya bisa dipromosikan ke tingkat internasional.
"Sebenarnya di Garut ini kan kita menyadarkan bahwa semua orang Indonesia juga bisa, artinya menjadi tokoh, menjadi berdiplomasi gitu ya, berdiplomasi enggak mesti harus diplomat, berdiplomasi membawa kebudayaan ke luar," katanya.
Ia menjelaskan, upaya mencari ketokohan dan kebudayaan yang bisa diangkat ke tingkat internasional itu salah satu dari tujuan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan yang menjelaskan bahwa Indonesia ikut menentukan arah peradaban dunia.
Adanya ketokohan Indonesia yang bisa dikenal luar negeri itu, kata dia, tentu menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia, salah satunya yang saat ini sedang didiskusikan tentang ketokohan dari Makassar Syekh Yusuf Al-Makassari.
"Ini sebagai bentuk kebanggaan Indonesia. Diangkat pahlawan di dua negara Indonesia dan Afirka Selatan," katanya.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Aam Pathulloh menyatakan, pihaknya tentu siap untuk melakukan penelusuran mendeteksi tokoh mana saja di Garut yang bisa diangkat untuk bisa dikenal lebih luas terkait ketokohannya itu.
Seperti tokoh Syekh Yusuf Al-Makassari dari Makassar, kata dia, mendapatkan perhatian dunia terkait ketokohannya, yang saat ini didiskusikan bersama di Garut untuk mengenal lebih jauh terkait keteladanannya.
"Kita juga perlu untuk memunculkan tokoh-tokoh keteladanan budaya kita untuk diangkat dalam 'storytelling' yang bisa diantarkan kepada generasi muda," katanya.
Ia menyampaikan, pihaknya sudah membicarakan dengan Kemenbud terkait mengangkat tokoh-tokoh daerah untuk lebih diperdalam lagi tentang ketokohannya yang selanjutnya bisa ditulis agar lebih menguatkan jati diri bangsa yang berbudaya.
"Dari Kementerian Kebudayaan ini betul-betul dia memberikan 'trigger' kepada kita untuk mengangkat ketokohan kebudayaan itu," katanya.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.