Kemenag Kepri terapkan Kurikulum Berbasis Cinta di semua madrasah

Selasa, 8 September 2026 19:50 WIB

Image Print

Siswa Madrasah di Kabupaten Karimun, Kepri, membaca yasin rutin setiap Jumat pagi. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta di seluruh jenjang madrasah di daerah setempat.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Kepri Edi Batara mengatakan kurikulum tersebut menekankan pola pembelajaran yang mengedepankan ketulusan dan perhatian terhadap kondisi psikologis peserta didik.

"Seluruh proses pendidikan di lingkungan madrasah harus dijalankan dengan ketulusan, rasa peduli, dan pendekatan psikologis, yang merangkul anak didik," kata Edi di Tanjungpinang, Selasa.

Dia menyampaikan program yang digagas oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dan bergulir sejak 2025 itu berfokus pada pembentukan karakter serta kepribadian siswa melalui pendekatan nilai kasih sayang.

Edi menjelaskan Kurikulum Berbasis Cinta berdiri di atas empat pilar utama. Pilar pertama adalah cinta kepada Tuhan (habluminallah), yang mengajak siswa evaluasi diri agar konsisten dan taat beribadah.

Pilar kedua, cinta kepada sesama manusia (habluminannas), yakni membimbing siswa membiasakan sikap empati serta peduli terhadap sesama.

Pilar ketiga menekankan cinta kepada lingkungan (bablum bi’ah) dengan mendorong siswa aktif merawat alam sekitar.

Pilar keempat, cinta kepada tanah air (hubbul wathan), yang bertujuan memupuk jiwa nasionalisme sejak dini.

"Ketika rasa cinta kepada Tuhan, orangtua, guru, dan teman, sudah tertanam kuat maka karakter mulia, budi pekerti luhur, dan empati tinggi akan tumbuh dengan sendirinya," ucap Edi.

Ia juga menilai prinsip pendidikan Ki Hajar Dewantara sangat selaras dengan filosofi Kurikulum Berbasis Cinta, karena sama-sama menempatkan murid sebagai pusat proses belajar.

Melalui semangat Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani, guru berperan memberikan teladan kasih sayang, mendampingi dengan empati, serta mendorong potensi anak dalam lingkungan sekolah yang aman dan humanis.

Edi menambahkan penerapan kurikulum tersebut disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI pun telah menyusun buku panduan bagi para pendidik untuk menyisipkan nilai-nilai cinta, toleransi, dan spiritualitas.

"Melalui pendekatan ini diharapkan dapat melahirkan lulusan madrasah yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga bertakwa dan peduli," ucap Edi Batara.

Pewarta : Ogen
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.