Banda Aceh (ANTARA) - Kelompok Wanita Tani (KWT) Sejahtera Gampong Luthu Lamweu, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar mengembangkan buah janeng menjadi sejumlah produk pangan bernilai guna mengoptimalkan potensi pangan lokal.
“Pengolahan pangan lokal sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan program pemerintah,” kata Kepala Dinas Pangan Aceh Besar, Alyadi di Lambaro, Kamis.
Ia menjelaskan produk lokal janeng yang diolah menjadi berbagai produk seperti dodol, mi dan tepung merupakan inovasi yang sangat baik dan berpotensi untuk terus dikembangkan dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Ia mengatakan pengembangan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Sosialisasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) melalui Rumah Pangan B2SA Tahun 2026.
“Sosialisasi B2SA juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman, sekaligus mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber pangan keluarga,” katanya.
Baca juga: DPRK dorong KWT Banda Aceh ikut menyuplai bahan baku dapur BMG
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi gampong-gampong lain di Kecamatan Sukamakmur dalam mengoptimalkan potensi pangan lokal yang tersedia.
“Pemerintah bersama masyarakat dapat mendukung pengembangan ini melalui fasilitasi, pembinaan, penganggaran, serta pengembangan produk, termasuk dari sisi kemasan dan perizinan,” katanya.
Kechik/kepala desa Gampong Luthu Lamweu, Jafaruddin, mengatakan pemerintah gampong mendukung penuh kegiatan KWT Sejahtera dalam mengembangkan janeng menjadi produk pangan yang memiliki nilai ekonomi.
“Kami berharap produksi olahan janeng ini terus berkembang sehingga dapat menjadi salah satu produk unggulan gampong,” kata Jafaruddin.
Menurutnya, pengembangan janeng tidak hanya dapat memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Sementara itu, Pendamping KWT Sejahtera Gampong Luthu Lamweu, Satria Jaya mengatakan pengolahan pangan lokal berbahan janeng telah dilakukan sejak Juli hingga September 2026 melalui pendampingan terhadap kelompok.
Dalam kegiatan tersebut, KWT Sejahtera mendapat bantuan mesin pencincang dan mesin press dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) guna mempercepat proses pengolahan janeng.
“Dengan adanya mesin ini, mereka bisa berproduksi dalam waktu yang lebih cepat. Waktu yang dibutuhkan kelompok dalam memproses buah janeng bisa diringkas secara signifikan,” kata Satria.
Ia menjelaskan, pengolahan janeng harus dilakukan secara tepat karena tanaman tersebut mengandung senyawa yang berbahaya jika tidak dihilangkan melalui proses pengolahan yang benar.
“Pengolahan janeng memang harus dilakukan dengan benar, karena ada kandungan sianida yang harus dihilangkan melalui tahapan pengolahan tertentu sebelum dapat dikonsumsi,” jelasnya.
Pewarta: M Ifdhal
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.