Liputan6.com, Jakarta - Sutradara sekaligus pendiri Suzuki Company of Toga (SCOT), Tadashi Suzuki, berkolaborasi dengan Bumi Purnati Indonesia dan The Japan Foundation untuk menghadirkan pertunjukan teater King Lear karya William Shakespeare di Jakarta.
Pertunjukan tersebut akan digelar di Gedung Kesenian Jakarta pada 16-17 September 2026. Pementasan ini melibatkan aktor dari tujuh negara, yakni Indonesia, Jepang, Rusia, Amerika Serikat, Korea Selatan, Chile, dan Italia.
Tidak hanya berasal dari berbagai negara, para aktor juga akan membawakan dialog dalam tujuh bahasa yang mewakili negara masing-masing.
Produser independen Bumi Purnati Indonesia sekaligus Ketua Yayasan Bali Purnati, Restu Imansari Kusumaningrum, mengatakan kolaborasi dengan Tadashi Suzuki bermula ketika sang sutradara berkunjung ke Indonesia pada 2014.
"Pertemuan dengan Suzuki pertama kali terjadi saat beliau berkunjung ke Indonesia. Kami menerimanya di ART Center Bali pada 2014," ujar Restu dalam konferensi pers, Senin (31/8/2026).
Menurut Restu, salah satu keunikan pertunjukan King Lear adalah penggunaan Suzuki Method of Actor Training, metode pelatihan akting yang dikembangkan Tadashi Suzuki. Metode tersebut menekankan hubungan antara gerak kaki, pusat gravitasi, pernapasan, suara, konsentrasi, dan ruang.
Indonesia kali ini mendapat kesempatan menjadi salah satu negara yang mengirimkan pemain utama dalam pementasan King Lear. Sebelumnya, Tadashi Suzuki dan SCOT juga pernah menggelar pertunjukan di kawasan Candi Prambanan pada 2018.
Restu mengatakan keinginannya melibatkan aktor Indonesia dalam karya Suzuki muncul setelah ia menyaksikan pertunjukan sang sutradara pada 2015 bersama sutradara Indonesia Bambang Prihadi yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan Suzuki.
Saat itu, Restu mengaku merasa ada yang kurang karena tidak menemukan aktor maupun bahasa Indonesia dalam pertunjukan tersebut.
Sejak saat itu, ia bertekad agar aktor Indonesia dapat terlibat dalam karya Suzuki. Upaya tersebut tidak mudah karena membutuhkan persetujuan dari sang sutradara. Namun, Indonesia kemudian mulai rutin mengirimkan sedikitnya dua aktor untuk mengikuti pelatihan metode Suzuki di Jepang.
Bambang Prihadi mengatakan pelatihan tersebut memberikan perhatian besar pada kaki sebagai akar tubuh serta bagian tengah dan bawah tubuh. Menurut dia, konsistensi menjadi salah satu aspek penting dalam menjalani metode tersebut.
"Jadi semakin banyak mengulang, makin konsisten, makin cepat, makin bagus juga, kira-kira begitu," ujar Bambang.
Sementara itu, pementasan King Lear di Jakarta menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi lintas negara yang mempertemukan aktor dari berbagai latar belakang budaya melalui pendekatan teater Tadashi Suzuki.