Kebakaran Toko Gas di Pulogebang Dipicu Korsleting Listrik, Tak Ada Korban Jiwa
Senin, 27 Juli 2026 - 09:55 WIB
Jakarta, VIVA – Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur menyebutkan, kebakaran sebuah toko gas di Komplek Eramas 2000, Pulogebang, Cakung, pada Minggu, 26 Juli 2026 malam, diduga akibat korsleting listrik.
Baca Juga
"Yang terbakar adalah lapak berikut dengan mobil yang berisi tabung gas tiga kilo. Untuk sebabnya diduga berasal dari korsleting listrik," kata Kepala Seksi Operasi (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pihaknya menerima laporan dari warga bernama Dedi yang datang ke pos Wali Kota Jakarta Timur untuk melaporkan kejadian kebakaran pada Minggu, 26 Juli 2026 malam sekitar pukul 23.33 WIB.
Baca Juga
Mendengar laporan tersebut, petugas menuju lokasi pukul 23.34 WIB menggunakan satu unit mobil damkar. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 23.40 WIB dan langsung melakukan operasi pemadaman.
Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dan 55 personel dikerahkan untuk memadamkan api.
Baca Juga
"Operasi pemadaman dimulai pukul 23.41 WIB. Api berhasil dilokalisir pada pukul 00.14 WIB, pendinginan dimulai pukul 00.30 WIB, dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.49 WIB," ujar Abdul.
Berdasarkan keterangan warga yang berada di sekitar lokasi, api terlihat dari toko gas. Lalu, api menyambar bangunan sebelahnya dengan cepat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Api berasal dari toko gas dan menyambar ke bangunan di sebelahnya menurut warga yang melihat, lalu menghubungi pemadam kebakaran," jelas Abdul.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran di Komplek Eramas 2000, RT 013/RW 08, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, namun petugas masih mendata dan menghitung nilai kerugiannya. (Ant)
Kebakaran Hebat Melalap Kasepuhan Ciptamulya, Atalia Praratya Kenang Bencana Longsor Dua Tahun Lalu
Duka mendalam dirasakan warga Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi. Atalia Praratya teringat bencana 2 tahun lalu
VIVA.co.id
27 Juli 2026