Kabupaten Bengkulu Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu mencatat kasus stunting di wilayah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Kalau dibandingkan data sebelumnya kasus stunting di Bengkulu Tengah dan saat ini kasus stunting di Bengkulu Tengah sudah berada di angka 236 kasus," kata Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Bengkulu Tengah Ayatul Mukhtadin di Bengkulu Tengah, Selasa.
Berdasarkan data prevalensi balita stunting Kabupaten Bengkulu Tengah, tercatat 319 kasus pada Agustus 2024, kemudian pada Agustus 2025 menjadi 253 kasus.
Kemudian pada Februari 2026 ditemukan 251 kasus stunting di Kabupaten Bengkulu Tengah, sedangkan berdasarkan data dari sistem informasi keluarga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Berencana (SIGA BKKBN) tercatat sebanyak 236 kasus pada tahun 2026.
Ia menyebut dengan adanya penurunan kasus stunting di Kabupaten Bengkulu Tengah tersebut pemerintah terus memperkuat intervensi agar tren penurunan tidak berhenti di tengah jalan.
Penguatan strategis yang dilakukan salah satunya yaitu melalui program gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting) di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Selain itu, pemerintah kabupaten juga melakukan intervensi yang tidak hanya berfokus pada bayi usia di bawah lima tahun (balita), tetapi juga terhadap remaja, calon pengantin, ibu hamil hingga keluarga yang memiliki anak berisiko stunting.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bengkulu Tengah Gunawan Suryadi menerangkan bahwa program Genting menjadi salah upaya pemerintah untuk menekan kasus stunting.
Untuk itu, pemerintah desa dapat melaju identifikasi keluarga yang memiliki anak berisiko stunting, dan menggerakkan masyarakat maupun keluarga yang memiliki kemampuan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak.
Melalui program GENTING tersebut diharapkan menjadi ruang gotong royong antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha maupun pihak lainnya.
"Bantuan diarahkan kepada keluarga yang membutuhkan, khususnya dalam pemenuhan gizi dan kebutuhan dasar anak," sebutnya.
Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.