Manokwari (ANTARA) - Sebanyak 548 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Papua Barat di Manokwari, Kamis.
Kapolresta Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan mengatakan personel pengamanan terdiri atas 248 anggota Polresta Manokwari dan 300 personel Polda Papua Barat, termasuk 200 personel Brimob.
"Dari seluruh personel pengamanan, ada sekitar 120 personel yang kami tempatkan di lokasi pelaksanaan Musorprovlub," kata Ongky.
Sementara itu, personel lainnya disebar di sejumlah titik yang dinilai berpotensi terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti perempatan lampu merah di Kelurahan Sanggeng dan perempatan Makaluw.
Personel kepolisian juga melakukan patroli sejak Rabu (16/9) malam serta meningkatkan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah dan tidak terprovokasi isu yang dapat memicu gangguan kamtibmas.
Ongky berharap para pendukung calon ketua umum dapat menjaga situasi dan tidak melakukan tindakan yang menghambat pelaksanaan Musorprovlub.
"Kami berharap masing-masing pendukung calon ketua umum untuk tidak menciptakan hal-hal yang menghambat Musorprovlub," ujarnya.
Ia menegaskan kepolisian akan mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan terhadap pihak yang dengan sengaja menciptakan konflik, memalang akses jalan, atau merusak fasilitas publik.
"Kepolisian juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, seperti tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda, untuk mengantisipasi berbagai gejolak sosial sehingga Musorprovlub berjalan lancar," kata Ongky.
Ia mengatakan tindakan yang mengarah pada anarkisme atau menghambat aktivitas masyarakat akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Parlemen Jalanan Papua Barat Ronald Mambiew mengajak organisasi kemasyarakatan turut menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif sehingga setiap cabang olahraga dapat mengikuti proses pemilihan ketua umum KONI periode 2026-2030.
Menurut Ronald, Musorprovlub merupakan momentum untuk menentukan arah KONI Papua Barat dalam pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga di tingkat nasional maupun internasional.
"Nanti siapapun yang terpilih, mari sama-sama kita dukung. Tujuannya cuma satu, supaya atlet di Papua Barat bisa kembali berjaya. Jangan ada perpecahan," ujarnya.
Sebelumnya, Tim Penyaringan dan Penjaringan KONI Papua Barat mengumumkan dua bakal calon ketua umum periode 2026-2030 yang lolos verifikasi pada 16 September 2026, yakni Mohamad Lakotani dan Yosias Saroy.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.