Banyuwangi (ANTARA) - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto panen raya jagung kuartal III di lahan seluas 20 hektare di kawasan Green Farm, Pusat Pelatihan Pertanian Terpadu Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat.
Dalam kegiatan panen raya jagung itu, Kapolda Nanang juga didampingi oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur, Arum Sabil.
Dalam kesempatan itu Irjen Pol Nanang Avianto mengapresiasi konsistensi Pemkab Banyuwangi dalam menjaga surplus pangan dan sekaligus dukungan terhadap sektor pertanian.
"Hari ini saya yang kedua kalinya panen jagung di Banyuwangi, alhamdulillah Bupati Banyuwangi sangat mendukung sekali," katanya.
Nanang menyampaikan kawasan Green Farm memiliki potensi yang lebih luas dibanding sekadar lahan pertanian, karena kawasan tersebut juga menjadi ruang riset dan pengembangan berbagai varietas tanaman unggulan.
"Dimulai dari sini, kami bisa tahu Banyuwangi ini punya tempat yang spesifik, punya pesisir, punya lembah, punya gunung untuk jenis-jenis tanaman unggulan," ujarnya.
Kapolda Jatim berharap hasil riset dan pengelolaan pertanian yang dilakukan secara presisi, di Green Farm dapat dikembangkan dan diterapkan secara lebih luas di berbagai daerah di Indonesia.
"Tinggal kita bagaimana menunjukkan keunggulan-keunggulan yang lebih baik, karena dari yang baik ini pasti ada yang lebih baik, akhirnya muncul yang terbaik. Nah, di sinilah harus kita wujudkan," katanya.
Kapolda Nanang menambahkan, penguatan sektor pertanian menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pemerintah daerah setempat terus mendorong produktivitas sektor pertanian sekaligus memastikan ketersediaan pangan daerah.
Menurutnya, Banyuwangi selama ini mencatatkan surplus produksi jagung, pada 2025 produksi jagung Banyuwangi mencapai 250.596 ton, meningkat sekitar 19 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dengan kebutuhan jagung daerah sekitar 69.842 ton, Banyuwangi memiliki surplus yang cukup besar. Sedangkan pada 2024 surplus produksi jagung Banyuwangi tercatat mencapai 180.754 ton.
"Alhamdulillah Banyuwangi selalu surplus, terima kasih Bapak Kapolda, kepolisian, petani dan seluruh pemangku kepentingan. Semoga ikhtiar bersama ini membawa berkah untuk kita semua," tutur Ipuk.
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.