Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan alasan kapal induk pertama TNI diberi nama KRI Sriwijaya-100.

Menurut Ali, nama Sriwijaya dipilih karena memiliki sejarah kemaritiman nusantara yang sangat panjang.

"Sriwijaya kerajaan maritim Indonesia yang tertua ya. Lebih tua dari Majapahit. Makanya dipilih itu," kata Ali setelah acara peresmian nama KRI Sriwijaya-100 di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis.

Kala itu, lanjut Ali, Sriwijaya merupakan kerajaan maritim yang sangat berjaya dan memberikan pengaruh besar pada kekuasaan laut di Nusantara.

Nilai-nilai itulah yang diharapkan Ali dan jajaran pejabat TNI dapat diwujudkan Indonesia melalui kehadiran KRI Sriwijaya-100.

"Harapannya dengan penamaan itu, kita akan mengembalikan keemasan atau kejayaan kemaritiman Nusantara seperti yang lalu ya," kata Ali.

Sebelumnya, narator dalam upacara pemberian nama kapal Republik Indonesia (KRI) yang digelar hari ini sempat membacakan alasan pemberian nama Sriwijaya.

Narator mengatakan Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar se-Asia Tenggara pada masanya.

"Berpusat di sekitar wilayah Palembang dan berkembang sejak sekitar abad ke-7 hingga abad ke-13 Masehi, Sriwijaya tumbuh sebagai kekuatan politik, perdagangan, dan keagamaan yang memiliki pengaruh luas," jelas narator.

Narator melanjutkan letak kerajaan yang strategis memungkinkan Sriwijaya menguasai jalur perdagangan penting, khususnya di kawasan Selat Malaka, sehingga jaringan kekuasaannya menjangkau berbagai wilayah di Sumatera, Semenanjung Malaya, Jawa, hingga
kawasan Asia Tenggara lainnya.

Kejayaan Sriwijaya kemudian menempatkannya sebagai simbol penting dalam historiografi maritim Indonesia.

"Penguasaannya terhadap jalur perdagangan laut dan kemampuannya membangun jaringan hubungan antardaerah, menunjukkan peran besar Sriwijaya dalam membentuk konektivitas wilayah Kepulauan Nusantara pada masa lampau," jelas narator.

Setelah Indonesia merdeka, lanjut narator, sejarah Sriwijaya semakin sering dihadirkan dalam narasi pembangunan identitas nasional, terutama sebagai salah satu landasan historis bagi gagasan Indonesia sebagai negara kepulauan dan konsep Wawasan Nusantara.

"Oleh karena itu, nama Sriwijaya tidak hanya mempresentasikan kejayaan sebuah kerajaan masa lampau, tetapi juga menjadi simbol kekuatan maritim, persatuan wilayah, dan orientasi Indonesia sebagai bangsa kepulauan," tutup narator.

Pewarta: Walda Marison
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.