Perubahan itu ikut menciptakan pasar bagi berbagai jenis usaha yang melayani kebutuhan penghuni, pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, pekerja, hingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan.
Sejumlah institusi pendidikan telah hadir di Educity, antara lain Sekolah St. Johannes Berchmans dan HOPE Intercultural School (HIS).
Universitas Pelita Harapan dan Universitas Prasetiya Mulya juga direncanakan menjadi bagian dari pengembangan kawasan tersebut.
Di sisi hunian, kawasan ini terhubung dengan sejumlah proyek seperti Sapporo Residences, Padma, Kuningan Village, serta Tokyo Riverside Apartment.
Kombinasi pendidikan dan hunian tersebut menjadi faktor penting karena aktivitas komersial umumnya mengikuti pertumbuhan populasi dan mobilitas manusia di suatu kawasan.
Marketing Director PIK2, Lucia Aditjakra, mengatakan, lingkungan dengan aktivitas yang terus bertumbuh dapat memberikan basis pasar bagi pelaku usaha.
“Bisnis akan lebih mudah berkembang ketika berada di lingkungan yang aktivitasnya terus bergerak,” ujar Lucia, Selasa (29/9/2026).
Kondisi tersebut menjadi salah satu latar pengembangan Rukan Stanford dan Rukan Harvard di kawasan Educity.
Ruang komersial itu diarahkan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan usaha, mulai dari kuliner, ritel, jasa pendidikan, layanan kesehatan, kebutuhan sehari-hari, hingga bisnis yang menyasar pekerja dan komunitas di kawasan.
Aktivitas komersial Educity saat ini juga mulai terlihat melalui Educity Square. Sejumlah tenant kuliner telah hadir, antara lain Aifan Shaokao, Kafe Pendekar, Sate Maranggi Hj. Maya, dan Wajan Sunda.
Selain Educity Square, kawasan tersebut direncanakan memiliki Harvard Square, Stanford Market Street, Harvard Promenade Lake, serta Stanford Promenade Lake.
Perkembangan itu menunjukkan pola pengembangan kawasan yang tidak lagi memisahkan hunian, pendidikan, dan perdagangan secara sendiri-sendiri.
Baca Juga: Beasiswa ADik Disabilitas 2026 Dibuka hingga 9 Oktober, Cek Syarat dan Cara Daftarnya