Kaltim perketat pengawasan kapal pesiar di perairan Berau - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperketat pengawasan kapal pesiar yang akan masuk ke kawasan konservasi laut dan cagar budaya pesisir di Kabupaten Berau demi menjaga kelestarian wisata bahari.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, di Berau, Kamis, menginstruksikan jajarannya untuk segera menertibkan aktivitas lego jangkar sembarangan oleh kapal wisata besar. Hal ini demi mencegah kerusakan ekosistem bawah laut yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk pulih.
"Kita harus mengawasi dan mengatur ketat kapal-kapal pesiar yang masuk ke kawasan wisata bahari berbasis konservasi alam laut di Kaltim, terutama di Berau ini," ujar Rudy Mas'ud saat melakukan kunjungan kerja di Berau.
Secara umum, kawasan wisata bahari di Berau terbagi ke dalam dua wilayah utama yakni Gugusan Kepulauan Derawan yang terdiri dari pulau-pulau tropis dengan karakteristik ekosistem laut yang sangat unik seperti Pulau Derawan, Pulau Maratua, Pulau Kakaban, Taman Wisata Alam Pulau Sangalaki, dan Pulau Gusung Sanggalau.
Kemudian Kawasan Pesisir Selatan (Biduk-Biduk dan Talisayan) yang menawarkan wisata perairan yang tidak kalah menakjubkan seperti Labuan Cermin, Perairan Talisayan, Pulau Kaniungan, dan Pantai Lamin Guntur.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Kaltim akan merealisasikan arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk membangun fasilitas tambatan kapal atau dermaga sandar yang representatif.
Fasilitas ini diproyeksikan memiliki dua fungsi utama yakni fungsi ekologi untuk mencegah kerusakan terumbu karang akibat hantaman jangkar kapal.
Kemudian fungsi ekonomi yakni menjadi sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Berau.
"Keindahan bahari Berau tidak kalah dari luar negeri. Fasilitas sandar ini akan mengoptimalkan PAD sekaligus melindungi alam kita," tambah Rudy.
Rudy menjelaskan bahwa terumbu karang merupakan indikator utama kebersihan sirkulasi air dan tingginya keanekaragaman hayati di perairan tropis Kaltim.
Selain menjadi magnet pariwisata, ekosistem sensitif ini berfungsi sebagai pembatas dan pelindung alami daratan pantai dari ancaman abrasi.
Terumbu karang juga menjadi rumah bagi komoditas ikan yang menjadi sumber penghidupan utama nelayan tradisional pesisir
Untuk mempercepat penanganan, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltim diminta segera berkoordinasi dengan Dishub Berau.
"Kami sudah instruksikan agar persoalan penataan regulasi jangkar ini segera diatasi. Jangan sampai ada pembiaran kerusakan alam," tegasnya.
Penertiban terhadap kapal besar, termasuk jenis Live on Board (LOB) dan kapal pesiar di kawasan wisata bahari Berau seperti Maratua dan Derawan, dinilai mendesak. Hal ini dipicu oleh dua faktor utama, yaitu ancaman nyata kerusakan lingkungan dan minimnya kontribusi ekonomi bagi warga lokal selama ini.
Untuk diketahui, Kabupaten Berau merupakan salah satu surga wisata bahari terbaik di Indonesia yang keindahan bawah lautnya sudah diakui oleh para penyelam dunia.
Pewarta: Arumanto
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.