Kaltara kembangkan proyek strategis kawasan industri hingga PLTA
Tarakan, Kaltara (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang mengatakan pemerintah provinsi sedang mengembangkan berbagai proyek strategis mulai dari Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI), Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning–Mangkupadi, PLTA Kayan Cascade, hilirisasi sektor perikanan dan rumput laut, hingga pengembangan energi hijau.
“Potensi besar ini menjadi modal penting untuk mendukung rantai pasok IKN, sekaligus memperkuat daya saing kawasan perbatasan agar tumbuh sebagai pusat ekonomi baru yang tangguh dan berkelanjutan,” kata Zainal dalam Sidang ke-28 Kelompok Kerja Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo)
Gubernur Kaltara menilai pembangunan IKN membuka peluang kolaborasi yang semakin luas antara Kaltara dan Sabah, mulai dari sektor perdagangan, investasi, logistik, ketenagakerjaan, pariwisata, hingga ketahanan pangan.
Karena itu, lanjutnya, forum Sidang Sosek Malindo yang dihadiri langsung oleh Ketua Jawatan Kuasa Kerja (JKK) Sosek Malindo Negeri Sabah Datuk Jamili Nais beserta jajaran, Konsulat Republik Indonesia di Tawau, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara ini penting untuk mengevaluasi hasil kerja sama sebelumnya sekaligus menyusun agenda kolaborasi baru di kawasan perbatasan.
“Sidang ke-28 Sosek Malindo merupakan tindak lanjut dari sidang sebelumnya yang berlangsung di Sandakan, Malaysia, pada 2025. Forum ini membahas evaluasi pelaksanaan program kerja sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala untuk meningkatkan efektivitas kerja sama kedua wilayah,” katanya menjelaskan.
Karena itulah Zainal berharap rekomendasi yang dihasilkan sidang tersebut harus realistis, dapat dilaksanakan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat perbatasan di kedua negara.
“Saya berharap seluruh delegasi mengedepankan semangat musyawarah dan saling menghormati dalam setiap pembahasan agar memberi manfaat bagi Indonesia serta Malaysia,” ujar dia.
Zainal menegaskan hubungan Kaltara dan Sabah memiliki nilai strategis karena tidak hanya didukung kedekatan geografis, tetapi juga kesamaan budaya dan hubungan sosial yang telah terjalin sejak lama.
Sehingga, aktivitas perdagangan, pendidikan, hingga pertukaran sosial budaya, menjadikan kawasan perbatasan sebagai ruang kehidupan bersama yang terus berkembang.
“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menjadi tuan rumah pada persidangan kali ini. Kehadiran seluruh delegasi menunjukkan komitmen bersama untuk terus memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia, khususnya Kaltara dan Sabah,” ujar dia.
Pewarta: Agus Salam
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.