Kadisdikpora Jepara: Dua sekolah mendapat dana bantuan revitalisasi Rp1,86 miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 19:43 WIB

Image Print

Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar mendapatkan penjelasan dari pihak sekolah SD Negeri Kauman terkait foto dokumentasi bangunan ruang kelas sebelum dan sesudah direvitalisasi, Jumat (16/10/2026).  ANTARA/HO. Humas Pemkab Jepara.

Jepara (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara, Jawa Tengah Ratib Zaini mengatakan dua sekolah tingkat SD dan SMP Negeri di daerah itu mendapatkan bantuan anggaran Rp1,86 miliar untuk rehabilitasi ruang kelas dan ruang perpustakaan.

"Kedua sekolah tersebut, yakni SD Negeri Kauman dan SMP Negeri 3 Jepara. Masing-masing mendapatkan batuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebesar Rp960,34 juta dan Rp902,65 juta," kata Ratib Zaini di Jepara, Jumat.

Anggaran yang diterima SDN Kauman sebesar Rp960,34 juta, kata dia, digunakan untuk melakukan rehabilitasi lima ruang kelas dan pembangunan ruang perpustakaan. Sedangkan anggaran yang diterima SMPN 3 Jepara sebesar Rp902,65 juta digunakan untuk rehabilitasi sejumlah ruang kelas.

Kedua sekolah yang mendapatkan bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026, menjadi sasaran kunjungan Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar bersama Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah Nugraheni Triastuti dan Kepala Disdikpora Jepara Ratib Zaini untuk mengetahui progres pembangunannya.

Kepala BBPMP Provinsi Jawa Tengah Nugraheni Triastuti menyampaikan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pemenuhan sarana dan prasarana yang layak. "Terima kasih Bapak Presiden atas kebijakannya. Semoga ini memotivasi kita semua," ujarnya.

Ia mendorong sekolah yang membutuhkan bantuan revitalisasi untuk segera melengkapi data pokok pendidikan (Dapodik). Kelengkapan data tersebut menjadi salah satu dasar bagi Disdikpora dalam memetakan kebutuhan dan menentukan sekolah yang menjadi prioritas penerima bantuan.

Menurut dia, revitalisasi sekolah tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.

"Semoga program revitalisasi ini tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga membuat proses belajar mengajar menjadi lebih inovatif dan menyenangkan," ujarnya.

Nugraheni menambahkan potensi budaya lokal dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran yang kreatif. Di Kabupaten Jepara, misalnya, seni ukir dapat diintegrasikan dalam kegiatan belajar mengajar untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada peserta didik.

Sementara itu, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menilai pelaksanaan revitalisasi di kedua sekolah tersebut berjalan dengan baik. Di SD Negeri Kauman, revitalisasi mencakup pembangunan satu ruang perpustakaan yang sebelumnya belum tersedia, perbaikan atap ruang kelas, fasad bangunan, serta halaman sekolah.

Adapun di SMP Negeri 3 Jepara, revitalisasi mencakup 11 ruang kelas.

Hajar menjelaskan berdasarkan laporan yang diterimanya, semula hanya lima ruang kelas yang direvitalisasi. Namun, masih terdapat alokasi dana yang dapat dimanfaatkan, cakupan pekerjaan diperluas menjadi 11 ruang kelas. Seluruh ruang kelas tersebut menggunakan atap berbahan uPVC.

"Semoga ini menjadi catatan baik bagi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sehingga ke depan upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dapat semakin dimudahkan," ujarnya.

Baca juga: Program speling mudahkan warga Jepara cek TBC

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.