Jakarta -

Sebuah penerbangan British Airways putar balik setelah ditemukan retakan kecil pada jendela. Manajemen maskapai menyebutkan sebagai masalah teknis kecil.

Diberitakan Fox News, Sabtu (17/10/2026) pesawat British Airways sedang dalam perjalanan dari Bandara London Gatwick ke Faro, Portugal pada 13 Oktober 2026. Setelah satu jam terbang, pesawat putar baluk dan kembali ke London.

Juru bicara maskapai membenarkan kejadian ini dengan alasan ada masalah teknis kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami telah meminta maaf kepada pelanggan atas keterlambatan perjalanan mereka, dan tim kami bekerja keras untuk mengembalikan rencana perjalanan mereka ke jalur yang benar," katanya.

Jendela yang retak dilaporkan menyebabkan pengalihan tersebut, meskipun British Airways hanya menyebutkan masalah teknis yang tidak dijelaskan secara spesifik. Menurut pelacak AirNav Radar, selama insiden tersebut, awak pesawat mengirimkan kode darurat 7700.

Steven Arroyo, pakar keselamatan penerbangan dan pensiunan kapten United Airlines yang berbasis di Florida, mengatakan 7700 adalah kode universal yang dapat dimasukkan pilot ke dalam transponder pesawat untuk memperingatkan pengontrol lalu lintas udara akan keadaan darurat.

"Itu menyala di layar radar, dan membuat pengatur lalu lintas udara mengetahui ada peristiwa yang sedang terjadi. Kode itu sendiri tidak memberi tahu pengontrol apa sebenarnya yang salah," kata Arroyo.

Arroyo menambahkan jendela pesawat dibuat berlapis-lapis, sehingga parahnya keretakan tergantung letak kerusakannya. Dalam situasi yang lebih serius, kerusakan dapat mempengaruhi kemampuan pesawat mempertahankan tekanan kabin.

Namun, bila retakan tidak terlalu parah, bisa jadi kru mendorong untuk mendarat sebagai tindakan pencegahan dan mengutamakan keselamatan.

Arroyo menyarankan bila traveler melihat kerusakan jendela, jangan sungkan untuk memberi tahu pramugari daripada berasumsi bahwa mereka mengetahuinya.

(sym/fem)