Kabupaten Sigi realisasikan 350 Ha cetak sawah baru di Lindu
Minggu, 4 Oktober 2026 19:49 WIB
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae bersama Anggota DPRD Sulteng saat melakukan penanaman perdana di lokasi cetak sawah baru di Kecamatan Lindu seluas 15 hektare, Minggu (4/10/2026). (ANTARA/HO-Pemkab Sigi)
Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), mencatat sudah merealisasikan cetak sawah baru di Kecamatan Lindu seluas 350 hektare (Ha).
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sigi Afit Lamakarate mengatakan dalam pembukaan areal tanam baru tersebut dilakukan secara bertahap untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan olah tanah.
"Realisasi cetak sawah di Lindu saat ini sudah mencapai 350 hektare dari target kurang lebih 700 hektare," kata Afit di Lindu, Sigi, Minggu.
Ia mengemukakan sebagai langkah awal pengoperasian lahan tersebut sudah mulai dilakukan penanaman perdana di Desa Olu.
"Hari kami sudah melakukan penanaman perdana seluas 15 hektare di Desa Olu," ujar dia.
Menurut dia, pengerjaan cetak sawah baru dilakukan oleh pihak ketiga dengan profesional dan progresnya dalam sehari bisa membuka lahan pertanian mencapai 6 hektare.
Sementara itu, Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan bahwa progres pembukaan lahan pertanian produktif merupakan bentuk komitmen daerah dalam mendukung program Swasembada Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.
Ia menyebutkan optimalisasi potensi lahan di pedalaman seperti Kecamatan Lindu tidak hanya bertujuan mengejar target produksi beras nasional, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi dan kesejahteraan petani di Kabupaten Sigi.
"Harapannya ke depan lahan yang telah selesai dicetak ini dapat terus dikelola secara produktif sehingga menghasilkan panen sesuai standar nasional dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat," katanya.
Berdasarkan data yang dimiliki Dinas TPHP, luas lahan pertanian dan hasil validasi Luas Baku Sawah (LBS) di Sigi hingga Desember 2024 mencapai 15.280 hektare.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026