Kamis, 17 September 2026, 10:35 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi sorotan setelah Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka menyampaikan penilaiannya terhadap warisan kebijakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Dedy menilai IKN menjadi salah satu aksi besar yang telah dilakukan Jokowi untuk bangsa. Ia menyoroti keberadaan IKN sebagai proyek yang menurutnya berhasil dieksekusi hingga berdiri, meski pembangunan ibu kota baru tersebut tetap menuai pro dan kontra.
"Pada akhirnya, ketika semuanya berakhir, yang terpenting hanyalah apa yang telah kamu lakukan," tulisnya di akun X mengutip pernyataan Alexander the Great, dikutip Kamis (17/9/2026).
Baca Juga: Anies Terancam Tak Bisa Diusung pada Pilpres 2029
Dedy kemudian mengaitkan kutipan tersebut dengan penilaian terhadap seseorang yang pernah memimpin sebuah negara. Menurut dia, ukuran yang dapat dilihat adalah apa yang telah dilakukan dan bagaimana hasil akhirnya.
"Dari pernyataan ATG kita bisa membuat penilaian cepat kepada seseorang apalagi dia pernah memimpin sebuah Republik," katanya.
Ia lantas menjadikan pembangunan IKN sebagai contoh. Dedy menyebut Jokowi telah melakukan aksi besar melalui pembangunan ibu kota baru tersebut.
"Contoh... Jokowi telah melakukan aksi besar untuk bangsanya dengan membangun IKN dan itulah yang dipersembahkan beliau untuk bangsanya," ujar Dedy.
Baca Juga: KPK Ungkap ‘Struktur Bayangan’ di ATR/BPN, Ada Orang Kepercayaan Menterinya Prabowo
Menurut Dedy, pembangunan IKN memang tidak lepas dari perdebatan. Namun, ia menilai ada satu hal yang sulit dibantah menurut pandangannya, yakni proyek tersebut telah berdiri dan tidak berakhir seperti proyek Hambalang yang ia sebut sebagai pembanding.
"Jelas bahwa ada banyak cerita pro dan kontra di balik pembangunan IKN, tapi yang sulit dibantah oleh siapapun adalah bahwa IKN berdiri dan tidak makrak seperti project Hambalang," sambung dia.
Dedy kemudian menarik garis pembeda antara pemimpin yang melakukan sesuatu hingga tuntas dan pemimpin yang melakukan sesuatu tetapi proyeknya tidak selesai.
"Itulah yang membedakan seorang pemimpin yang melakukan sesuatu dan seorang pemimpin yang juga melakukan sesuatu tapi mangkrak alias tidak tuntas," sebutnya.
Ia menutup pernyataannya dengan kembali mengutip pernyataan Alexander the Great mengenai pentingnya menyelesaikan sesuatu yang telah dimulai.
"Alexander the Great ingin menyampaikan bahwa yang penting itu adalah lakukan sesuatu dengan tuntas," tutupnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri