asiawebawards.com
  • 2026-08-19 11:30:00 +0000 UTC

    Aug 19, 2026

    Jerman Siap Kucurkan Investasi Energi Bersih di Indonesia |Republika Online

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jerman membuka peluang investasi lebih besar di sektor energi terbarukan Indonesia di tengah kebutuhan memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Dukungan tersebut mencakup teknologi, jaringan listrik, penyimpanan energi, hingga pembiayaan proyek energi bersih.

    Menteri Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan mengatakan, transisi energi Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kemitraan jangka panjang antara kedua negara.

    “Kami yakin transisi energi Indonesia menawarkan potensi yang sangat besar untuk kemitraan jangka panjang yang andal, kemitraan yang memberikan manfaat bagi Indonesia dan Jerman,” ujar Radovan di Indonesia Sustainable Energy Week 2026, Rabu (19/8/2026).

    Kerja sama energi Indonesia dan Jerman telah berlangsung lebih dari 30 tahun. Menurut Radovan, kebutuhan memperkuat ketahanan dan keterjangkauan energi semakin mendesak karena ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil membuat sistem energi rentan terhadap gangguan geopolitik.

    “Penutupan Selat Hormuz memperjelas betapa rentannya sistem energi kita ketika terlalu bergantung pada impor bahan bakar fosil,” katanya.

    Karena itu, Radovan menyambut rencana Indonesia mengembangkan energi terbarukan, termasuk program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW). Menurut dia, program tersebut menunjukkan upaya Indonesia memperkuat kedaulatan energi sekaligus mendorong aksi iklim.

    Jerman siap mendukung melalui keahlian perusahaan di bidang energi terbarukan, mulai dari infrastruktur skala besar dan solusi terdesentralisasi hingga jaringan listrik, penyimpanan energi, dan integrasi sistem.

    Pemerintah Jerman juga menyediakan konsultasi bagi perusahaan asal negaranya yang ingin masuk ke pasar Indonesia, termasuk mempertemukan calon investor dengan mitra bisnis dan lembaga pembiayaan.

    “Pada saat yang sama, kami mendukung mitra Indonesia dalam menciptakan lingkungan regulasi yang kondusif bagi investasi swasta, misalnya melalui proses pengadaan yang transparan dan adil,” ujarnya.

    Salah satu jalur kerja sama tersebut adalah Just Energy Transition Partnership (JETP). Jerman menjadi salah satu co-lead bersama Jepang sejak awal 2025. Melalui JETP, sekitar 20 miliar dolar AS telah dimobilisasi untuk mendukung transisi energi Indonesia.

    Sekitar separuh pembiayaan JETP berasal dari sumber publik dan sisanya dari sektor swasta. Radovan mengatakan sebagian besar pendanaan publik telah disetujui untuk proyek infrastruktur dan program reformasi, termasuk dukungan Jerman terhadap pembangunan jaringan transmisi dan pembangkit listrik tenaga air sistem pompa.

    2026-08-19 11:30:00 +0000 UTC