Dengan adanya jembatan ini, akses warga menjadi lebih mudah, terutama untuk kegiatan sehari-hari dan membawa hasil pertanian.

Dompu (ANTARA) - Dua Jembatan Armco Garuda yang menghubungkan Dusun Patuh Pada Kena (PPK) dan Dusun Woko Rahmat di Desa Woko, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, diresmikan untuk memudahkan akses pendidikan, pertanian, dan aktivitas ekonomi warga pelosok.

Bupati Dompu Bambang Firdaus saat meresmikan jembatan tersebut, Rabu, mengatakan keberadaan infrastruktur itu memperlancar mobilitas masyarakat, terutama pelajar dan petani yang membutuhkan akses antardusun.

"Anak-anak dapat berjalan menuju sekolah dengan lebih aman, ibu-ibu dapat membawa hasil bumi ke pasar dengan lebih lancar, dan petani dapat mengangkut hasil panen tanpa khawatir terhalang air," katanya.

Menurut Bambang, dua jembatan tersebut tidak hanya menjadi penghubung antardusun, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui kelancaran pengangkutan hasil pertanian dan berbagai kebutuhan warga.

Ia mengapresiasi dukungan Kodim 1614/Dompu dalam pembangunan jembatan tersebut sebagai bentuk sinergi TNI dan pemerintah daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat.

Bambang meminta masyarakat ikut menjaga dan merawat jembatan tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Dandim 1614/Dompu Letkol Czi Dedi Tri Sulistyo mengatakan pembangunan Jembatan Armco Garuda merupakan bagian dari upaya membuka akses transportasi dan meningkatkan mobilitas masyarakat di wilayah pelosok.

“Tujuan utamanya membuka akses transportasi antardesa, mempermudah aktivitas ekonomi petani, pedagang, serta pelajar,” ujarnya.

Ia menjelaskan Jembatan Armco menggunakan pipa baja bergelombang yang ditimbun dengan material tanah atau sirtu pada bagian atasnya sehingga dapat menjadi jalur penghubung masyarakat.

Menurut dia, konstruksi tersebut menjadi salah satu alternatif pembangunan infrastruktur penghubung di daerah yang membutuhkan akses transportasi dengan konstruksi relatif sederhana.

Salah seorang warga Desa Woko, Fahri mengatakan keberadaan dua jembatan tersebut sangat membantu masyarakat Dusun Patuh Pada Kena dalam mengatasi kendala akses.

Ia mengatakan jembatan tersebut menjadi penghubung antara Dusun Patuh Pada Kena dan Dusun Woko Rahmat sehingga memudahkan mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Dengan adanya jembatan ini, akses warga menjadi lebih mudah, terutama untuk kegiatan sehari-hari dan membawa hasil pertanian,” ujarnya.

Keberadaan dua jembatan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung akses pendidikan, pertanian, dan perdagangan warga Desa Woko dan wilayah sekitarnya.

Pewarta : Ady Ardiansah
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026