asiawebawards.com
  • 2026-08-10 15:10:20 +0000 UTC

    Aug 10, 2026

    Jateng sulap lahan tidur jadi kawasan pertanian terpadu

    Jateng sulap lahan tidur jadi kawasan pertanian terpadu

    Senin, 10 Agustus 2026 22:10 WIB

    Image Print

    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau peternakan kambing yang dikembangkan melalui Program Revolusi Lahan (Revola) Jateng Optimis di Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Senin (10/2026). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng

    Banjarnegara (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui program Revolusi Lahan (Revola) Jateng Optimis menyulap lahan tidur yang telah belasan tahun tidak produktif menjadi kawasan pertanian terpadu untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

    Program Revola Jateng Optimis tersebut diterapkan di Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, yang ditinjau dan diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Senin.

    Dalam kesempatan itu, Gubernur Luthfi mengatakan Revola Jateng Optimis tidak sekadar menghidupkan kembali lahan yang selama bertahun-tahun tidak digarap, juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan pertanian secara terintegrasi.

    "Saya ingin seluruh kabupaten/kota harus punya Revola, karena saya yakin di seluruh kabupaten/kota masih banyak lahan kita yang tidur nyenyak. Lahan tidur yang tidak pernah digarap," katanya.

    Ia mengharapkan program tersebut dapat direplikasi di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah sehingga lahan tidur di berbagai daerah dapat dioptimalkan untuk mendukung ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan.

    Menurut dia, Revola pada prinsipnya membangunkan lahan tidur untuk kemudian dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

    Di Desa Susukan, program tersebut dikembangkan melalui konsep integrated smart farming pada lahan seluas sekitar 10 hektare.

    Kawasan itu ditanami kopi dan alpukat yang sekaligus berfungsi sebagai tanaman konservasi untuk membantu menahan erosi, serta hortikultura dan padi.

    Selain pertanian, kawasan tersebut dilengkapi kegiatan perikanan dan peternakan ayam serta kambing.

    Pengelolaannya memanfaatkan teknologi smart farming yang dikendalikan petani milenial.

    "Semua tersambung, campur baur, sehingga ujungnya masyarakat sejahtera, masyarakat tidak menganggur, serta lahannya terpakai," kata Luthfi.

    Ia mengatakan kolaborasi berbagai pihak dalam Revola diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat secara bertahap.

    Menurut dia, program tersebut juga dapat menjadi salah satu model pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah.

    Kepala Desa Susukan Hasyim Abdullah mengatakan masyarakat antusias karena Revola membuka kembali lahan tidur menjadi lahan produktif.

    Menurut dia, hasil pertanian dan peternakan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun dijual guna menambah pendapatan.

    "Revola ini juga memberdayakan masyarakat miskin yang ada di desa kami. Program ini kan baru berjalan sebulan, jadi untuk sementara hasil telur ayam akan dimanfaatkan sendiri, untuk peningkatan gizi, ke depannya akan meningkatkan pendapatan bagi keluarga miskin," katanya.

    Salah seorang petani, Nur Fauzi mengatakan program Revola membantu mengoptimalkan kembali lahan yang selama sekitar 12 tahun tidak digarap.

    Menurut dia, lahan bekas tanaman teh tersebut kini dimanfaatkan untuk kopi, alpukat, hortikultura, padi, perikanan, dan peternakan.

    "Saya ikut ternak kambing, ayam, perikanan, dan lainnya. Saya juga menanam kopi, alpukat, dan hortikultura seperti cabai, terong hingga padi," katanya.

    Ia mengapresiasi keterlibatan petani muda karena program tersebut menggunakan teknologi smart farming.

    Dengan demikian, petani muda nantinya dapat mengoperasikan drone, mesin penyiram, serta perangkat untuk mengukur unsur tanah sehingga pengelolaan lahan menjadi lebih efektif.

    Pewarta: Sumarwoto
    Editor: Immanuel Citra Senjaya
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-10 15:10:20 +0000 UTC