Jateng kirim 21 delegasi kafilah untuk ikuti MTQ Korpri

Minggu, 23 Agustus 2026 20:51 WIB

Image Print

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menerima delegasi yang akan mewakili Jateng pada ajang MTQ Korpri, di Semarang, Minggu (23/8/8/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengirimkan setidaknya 21 delegasi sebagai kafilah untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Kota Makasar dan Kabupaten Pakajene Provinsi Sulawesi Selatan pada 24 - 30 Agustus 2026.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, di Semarang, Minggu, menyebutkan bahwa 21 orang itu, terdiri atas peserta, pelatih, dan pendamping.

Ia mengingatkan kepada kontingen agar selalu menjaga dan membawa nama baik daerah selama kegiatan.

Peserta diminta tetap menjaga sikap, kesopanan, serta adat istiadat Jawa Tengah selama mengikuti perhelatan tersebut.

"Saya berpesan agar di sana tetap menjaga kesopanan dan adat istiadat Jawa Tengah," kata tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu.

Ia berharap MTQ Korpri menjadi momentum untuk lebih memahami dan menghayati Al Qur’an.

Bagi semua peserta, baik yang mengikuti cabang tilawah, tahfiz, adzan, maupun khotbah diingatkan agar membaca Al Qur’an dengan tartil.

Menurut dia, tartil tidak hanya dimaknai sebagai membaca dengan baik dan benar, tetapi juga memahami makna serta meresapi kandungan ayat yang dibaca.

"Kalau itu dilaksanakan dengan baik, insyaallah hadiahnya adalah prestasi yang akan membanggakan Jawa Tengah," kata putra mendiang ulama kharismatik KH Maimoen Zubair tersebut.

Salah satu peserta kafilah MTQ Korpri Jateng Artiyah mengatakan sudah beberapa kali mengikuti perlombaan MTQ umum maupun MTQ Korpri.

"Semoga diberi kemudahan," katanya berharap.

Ia mengaku sudah mempersiapkan secara maksimal dalam mengikuti kompetisi tersebut, dengan sering melakukan latihan, baik mandiri maupun pendampingan pembimbing.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.