Jangan Salah Tebak, Ini 7 Tanda Bayi Sudah Cukup ASI
CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 16:15 WIB
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --
Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi sejak lahir. Selain mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang, ASI juga membantu melindungi bayi dari berbagai infeksi dan menurunkan risiko malnutrisi.
Namun, tidak sedikit ibu yang khawatir apakah bayinya sudah mendapatkan ASI dalam jumlah yang cukup. Kekhawatiran ini terutama sering muncul pada minggu-minggu pertama setelah persalinan.
Padahal, ada sejumlah tanda yang bisa menjadi petunjuk bahwa bayi memperoleh ASI sesuai kebutuhannya. Dengan mengenali tanda-tanda ini, orang tua dapat lebih tenang sekaligus memastikan proses menyusui berjalan optimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut tanda bayi cukup ASI yang perlu diketahui seperti yang disampaikan Kementerian Kesehatan:
1. Bayi menyusu 8-12 kali sehari
Bayi baru lahir umumnya menyusu sebanyak 8-12 kali dalam sehari. Pada setiap sesi menyusu, bayi sebaiknya melekat dengan benar pada payudara dan mengisap secara teratur selama sedikitnya 10 menit di masing-masing payudara.
Setelah kenyang, bayi biasanya tampak lebih tenang, puas, dan kerap tertidur saat menyusu, terutama ketika berpindah ke payudara kedua.
2. Buang air kecil lebih dari enam kali sehari
Frekuensi buang air kecil (BAK) juga menjadi indikator penting kecukupan ASI. Bayi yang memperoleh ASI cukup umumnya buang air kecil lebih dari enam kali sehari dengan warna urine jernih atau kuning pucat.
Sebaliknya, jika urine tampak pekat atau muncul butiran kemerahan yang merupakan kristal urat, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bayi belum mendapatkan ASI yang cukup dan perlu segera dievaluasi.
Pilihan Redaksi
- Bayi yang Miliki Bakteri Ini Bisa Kebal terhadap Asma dan Alergi
- Rumput Fatimah untuk Persalinan, Aman atau Justru Berisiko?
- Lemak Penting untuk MPASI, Dokter Ungkap Manfaatnya bagi Otak Anak
3. Buang air besar lebih dari empat kali sehari
Pada usia 4 hari hingga 4 minggu, bayi yang cukup ASI biasanya buang air besar (BAB) lebih dari empat kali sehari. Volume feses sebaiknya tidak hanya berupa noda pada popok, tetapi sekitar satu sendok makan atau lebih. Bahkan, sebagian bayi BAB setiap kali selesai menyusu, dan kondisi ini masih tergolong normal.
4. Warna feses berubah menjadi kuning
Setelah berusia 4-5 hari, feses bayi yang mendapatkan ASI cukup umumnya berubah menjadi kuning dengan tekstur lembek dan terdapat butiran kecil berwarna putih menyerupai biji-bijian (seedy stool).
Jika setelah usia lima hari feses masih berupa mekonium berwarna hitam atau masih berwarna hijau kecokelatan, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda asupan ASI belum mencukupi.
5. Puting ibu hanya terasa nyeri pada awal menyusui
Pada hari-hari pertama menyusui, puting payudara memang dapat terasa sedikit nyeri. Namun, rasa sakit ini seharusnya berangsur membaik dalam waktu sekitar lima hingga tujuh hari.
Apabila nyeri justru semakin berat, berlangsung terus-menerus, atau disertai puting lecet, kemungkinan bayi belum melekat dengan benar saat menyusu. Pelekatan yang kurang tepat dapat mengurangi pengosongan payudara dan pada akhirnya memengaruhi produksi ASI.
6. Berat badan bayi tidak turun lebih dari 10 persen
Penurunan berat badan setelah lahir merupakan kondisi yang normal. Namun, berat badan bayi sebaiknya tidak turun lebih dari 10 persen dari berat lahirnya. Jika penurunannya melebihi angka tersebut, bayi perlu diperiksa lebih lanjut untuk memastikan kecukupan asupan ASI maupun kondisi kesehatannya.
7. Berat badan kembali seperti saat lahir dalam 10-14 hari
Salah satu tanda paling penting bahwa bayi mendapatkan ASI yang cukup adalah berat badannya kembali ke berat lahir dalam waktu 10-14 hari setelah dilahirkan. Setelah itu, berat badan bayi akan terus bertambah sesuai kurva pertumbuhan apabila kebutuhan nutrisinya terpenuhi.
Memahami tanda-tanda bayi cukup ASI dapat membantu orang tua lebih percaya diri dalam menjalani proses menyusui. Apabila bayi menunjukkan tanda-tanda kurang ASI, seperti jarang buang air kecil, berat badan terus menurun, atau tampak lemas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
(tis/tis)