Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jaminan Kredit Indonesia (persero) atau Jamkrindo membukukan volume penjaminan sebesar Rp 271 triliun year to date (YtD).
Di tengah sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang mencatat perlambatan penyaluran pembiayaan, Jamkrindo masih menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Sebagai gambaran kinerja BPD, PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat (Bank Nagari) mencatat penurunan pembiayaan sebesar 0,22% year on year (YoY) menjadi Rp 25,34 triliun per Agustus 2026.
Selain itu, ada Bank BPD DIY yang mencatat penurunan sebesar 5,53% YoY dari posisi Agustus 2025 yang sebesar Rp 11,59 triliun menjadi Rp 10,97 triliun.
Di Jamkrindo sendiri, portofolio terkait BPD mencakup berbagai produk, seperti dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) beserta turunannya yakni Kontrak Bank Garansi (KBG), kredit konstruksi, Kredit Mikro, Kredit Makro, dan Kredit Resi Gudang.
Baca Juga: Jamkrindo Bidik Potensi Bisnis Penjaminan Kredit Rp 1,5 Triliun dari Hibank
Adapun pada segmen ini untuk periode September 2026, Jamkrindo mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,9% year on year (YoY). Pertumbuhan ini ditopang oleh segmen program yang tumbuh sebesar 11% YoY.
Namun, segmen nonprogram mengalami penurunan sebesar 25% YoY.
"Dengan penurunan terbesar pada produk Kontra Bank Garansi yang dipengaruhi oleh penerapan ketentuan POJK Nomor 11 Tahun 2025 terkait persyaratan cash collateral minimal 25% untuk penjaminan diatas Rp 500 juta," ujar Sekretaris Perusahaan Jamkrindo Akhmad Albaasithu kepada Kontan, Rabu (21/10/26).
Dengan kinerja tersebut, portofolio penjaminan BPD di Jamkrindo saat ini berkontribusi sebesar 6% terhadap keseluruhan portofolio perusahaan.
Dari segi komposisi, kontribusi penjaminan melalui BDP terdiri atas 5% dari segmen KUR dan 1% lainnya dari segmen non-KUR.
Baca Juga: Jamkrindo Percepat Layanan, Perluas Dukungan UMKM
Meskipun kinerja sejumlah BPD masih dihadapkan tantangan penyaluran pinjaman dan kontribusi di perusahaan masih terbilang kecil, Akhmad mengatakan penguatan penjaminan BPD tetap menjadi salah satu peluang untuk menjaga pertumbuhan kinerja perusahaan ke depannya.
Oleh karena itu, segmen ini tetap perlu dijalankan secara berimbang dengan optimalisasi bisnis melalui mitra perbankan dan segmen usaha lainnya.
Strategi yang dilakukan adalah dengan penguatan penjaminan BPD, yaitu dengan melakukan peninjauan berkala antara term and condition kerja sama dengan BPD, penguatan tenaga analisis, dan pengembangan sistem berbasis manajemen risiko dan data analitik.
Selain itu, Jamkrindo akan tetap menangkap peluang yang terbuka dengan terus memperkuat kolaborasi dengan BPD untuk mendukung akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Baca Juga: Laba Jamkrindo Melonjak 34,70% Menjadi Rp 743,23 Miliar pada Semester I-2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News