Jaksel keruk Kali Pesanggrahan dalam semarakkan HUT RI
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan melakukan pengerukan Kali Pesanggrahan dan saluran mikro di sekitarnya melalui program "Merah Putihkan Jakarta" dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Kami menginstruksikan para camat dan lurah untuk terus melakukan pemantauan. Kami juga akan menggelar inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan proses pembersihan sungai dan saluran mikro berjalan konsisten selama musim kemarau," kata Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo dalam kerja bakti di Kali Pesanggrahan, Jakarta, Sabtu.
Syafrin mengatakan, pengerukan dan pembersihan saluran ini bukan sekadar seremonial. Sejak pekan lalu, Pemkot Jakarta Selatan telah melakukan kick-off gerakan gotong royong dan menginstruksikan para camat serta lurah untuk rutin memantau kondisi di lapangan.
Langkah masif ini diambil sebagai bentuk percepatan persiapan menyambut musim penghujan sekaligus penanganan banjir wilayah rawan genangan.
Dalam kerja bakti yang melibatkan sekitar 680 personel gabungan dari TNI, Polri dan unsur lainnya tersebut, Syafrin menuturkan, seluruh peserta tampak mengenakan pakaian nuansa merah putih.
Menurutnya, selain bagian dari pengendalian banjir, kegiatan ini juga digagas untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Kegiatan ini juga disinergikan dengan penanaman pohon dan penebaran bibit ikan. Yang diharapkan juga akan bermanfaat bagi masyarakat," ucapnya.
Baca juga: Pengerukan kali di Jaksel percepat surutnya banjir hingga tiga jam
Sementara itu, Kasudin SDA Jakarta Selatan, Santo menjelaskan pengerukan difokuskan pada Kali Pesanggrahan segmen Kompleks IKPN hingga ke arah hilir sepanjang 1,4 kilometer.
"Jadi, kawasan RW 04 Kompleks IKPN selama ini dikenal sering mengalami genangan akibat penyempitan aliran dan pendangkalan sedimen lumpur yang parah," katanya.
Santo menyebut, pengerukan yang telah berjalan sejak April lalu ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Maret 2027 dengan total target pengerukan mencapai 60.000 meter kubik.
"Hingga saat ini, progres volume pengerukan telah mencapai 35,7 persen. Pengerukan dilakukan hingga kedalaman enam meter dari permukaan tanah untuk mengeruk sedimen lumpur serta sampah rumah tangga yang mengendap," jelasnya.
Untuk mendukung pengerukan, sebanyak lima unit alat berat dan 10 unit truk pengangkut dikerahkan. Dari lima alat berat tersebut, empat unit beroperasi mengeruk aliran sungai dan satu unit disiagakan di lokasi penampungan sementara kawasan Tanah Kusir atau area pemakaman terdekat.
"Selain penanganan teknis di lokasi, kami juga memperkuat koordinasi lintas wilayah perbatasan. Salah satunya, kolaborasi bersama Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk penanganan titik rawan, guna memastikan aliran air lancar dari hulu ke hilir tanpa hambatan," kata Santo.
Baca juga: Cegah banjir, Jaksel keruk lumpur dan bangun sumur resapan di Tebet
Baca juga: Cegah banjir, Sudin SDA Jaksel keruk lumpur dan sampah di Kali Cideng
Baca juga: Pemkot Jaksel targetkan pengerukan saluran PHB Taman Alfa rampung September
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.