Padang (ANTARA) - Sebanyak 39 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari berbagai daerah di wilayah Barat Indonesia berkumpul berbagi pengalaman di Universitas Andalas (Unand) dalam rangkaian kegiatan Forum Penjaminan Mutu Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (FPM BKS-PTN) Wilayah Barat.

Kolaborasi berskala regional ini diinisiasi untuk memperkuat sinergi antar-kampus dalam menjaga standar mutu pendidikan tinggi. Selain itu, forum tersebut berkomitmen merumuskan langkah nyata demi meningkatkan daya saing global serta serapan para lulusan di dunia kerja.

Rektor Unand, Dr. Efa Yonnedi, menegaskan bahwa sistem penjaminan mutu di era modern tidak boleh lagi hanya berorientasi pada pemenuhan standar administratif akademik. Perguruan tinggi dituntut melampaui status akreditasi demi memberikan dampak konkret bagi mahasiswa.

Menurut Efa, esensi utama dari penyelenggaraan pendidikan tinggi adalah memastikan seluruh proses pembelajaran memberikan manfaat nyata. Kampus harus mampu menjamin bahwa kurikulum yang dijalankan memperbesar peluang kerja dan kemandirian mahasiswa setelah mereka lulus.

Pertemuan FPM BKS-PTN Wilayah Barat yang dibuka secara resmi di Hotel Santika Padang, Kamis (8/10/2026) ini, diarahkan untuk membangun kerja sama yang intensif. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan bersama dalam aspek mutu akademik.

Melalui kerja sama yang erat, seluruh mahasiswa di wilayah Barat diharapkan bisa memperoleh standar kualitas pendidikan yang setara di berbagai PTN. Kendati demikian, sinergi ini dipastikan tetap menjaga dan menghargai identitas unik serta keunggulan lokal dari masing-masing kampus.

Sebagai tuan rumah, Unand sendiri saat ini tengah mengarahkan fokus penguatan risetnya pada lima bidang strategis nasional. Bidang-bidang tersebut meliputi bioteknologi, kesehatan, ketahanan energi, ketahanan pangan, dan mitigasi kebencanaan.

Efa memaparkan bahwa salah satu indikator utama keberhasilan sebuah institusi pendidikan tinggi adalah employability. Indikator ini mengukur kemampuan lulusan untuk segera bekerja, melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, ataupun menghasilkan karya mandiri.

Dalam jangka pendek, Unand membidik target tingkat employability kelulusan hingga mencapai 80 persen. Target tersebut diukur dari keberhasilan alumni mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan dengan penghasilan yang layak.

Saat ini, Unand mengantongi akreditasi institusi Unggul yang berlaku hingga akhir tahun 2028. Predikat tertinggi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) ini ditargetkan dapat terus dipertahankan melalui perbaikan sistem mutu berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Terpilih FPM BKS-PTN Barat, Prof. Dr. Ir. Wahyu Sulihono, menjelaskan forum dua kali setahun ini berfokus pada diseminasi praktik Audit Mutu Internal (AMI). Praktik baik dari 39 PTN ini nantinya akan dihimpun ke dalam sebuah buku pada akhir tahun.

Rangkaian acara yang turut diisi dengan pelantikan pengurus baru oleh Rektor Unand ini dilanjutkan dengan lokakarya pada Jumat. Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari BAN-PT tersebut dipusatkan di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manis.*