Lukman Nur Hakim Akurat.co
| 15 September 2026, 21:30 WIB

Weda Bay Nickel memperluas pemantauan biodiversitas di Halmahera dari 6 menjadi 40 titik. Tim peneliti memverifikasi 249 spesies tumbuhan dan beragam fauna. - dok. Weda Bay Nikel
AKURAT.CO PT Weda Bay Nickel (WBN) terus memperkuat pemantauan keanekaragaman hayati di wilayah operasionalnya di Halmahera, Maluku Utara.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan flora dan fauna serta kondisi ekosistem dapat dipantau secara berkala sebagai dasar pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Senior Rehabilitation Superintendent Weda Bay Nickel, Fitri Rahmadani Ritonga mengatakan, pemantauan ini bukan sekadar mencatat dan memenuhi kewajiban, tetapi menyediakan dasar untuk mengambil keputusan pengelolaan dan pengembangan kedepannya.
Baca Juga: Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Tambang hingga Maret 2026
“Ketika kami melakukan pemantauan dan mendapatkan hasil area mana yang memiliki nilai biodiversitas lebih tinggi, data tersebut menjadi pertimbangan dalam perencanaan pengembangan program keanekaragaman hayati serta pengelolaan lingkungan yang juga tertuang dalam dokumen Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati di Weda Bay Nickel,” kata Fitri, Selasa (15/9/2026).
Fitri menegaskan, komitmen tersebut dituangkan melalui Kebijakan Keanekaragaman Hayati yang menjadi landasan WBN dalam menerapkan operasional berkelanjutan melalui perlindungan lingkungan, reklamasi lahan, restorasi habitat, pengelolaan keanekaragaman hayati serta pemenuhan regulasi lingkungan yang berlaku.
Pemantauan dilakukan dengan menggabungkan pengamatan langsung dan penggunaan camera trap. Dalam Rencana Aksi dan Strategi Keanekaragaman Hayati, WBN mencatat pemantauan reguler dilakukan secara berkala dengan interval mingguan pada area yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi.
Baca Juga: IWIP Bantah Isu Pengiriman Material Ilegal di Bandara Weda Bay
Pemantauan tersebut juga diperkuat melalui kajian jangka panjang. Identifikasi spesies di wilayah proyek dilakukan pada periode 2001-2008 dan dilanjutkan melalui survei pada 2010-2014.
Kajian tersebut mengidentifikasi keanekaragaman hayati, menyediakan data spesies flora untuk mendukung reklamasi lahan, serta mengidentifikasi komponen flora yang memiliki nilai ekonomi maupun ekologis.