Senin, 12 Oktober 2026 - 00:46 WIB
Jakarta, VIVA – Menjadi pengemudi ojek online (ojol) sekaligus tulang punggung keluarga bukan pekerjaan yang mudah. Penghasilan bisa berubah setiap hari, sementara kebutuhan rumah tangga seperti belanja makanan, biaya sekolah anak, listrik, cicilan, hingga bensin harus tetap dibayar.
Baca Juga
Situasi ini membuat pengelolaan uang menjadi hal penting. Bukan sekadar mencari banyak pesanan, pengemudi ojol juga perlu memastikan pendapatan yang diperoleh cukup untuk kebutuhan keluarga dan biaya operasional bekerja.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berikut VIVA telah merangkum Senin, (12/10/2026), melalui materi edukasi keuangannya menekankan pentingnya menyusun anggaran, menentukan prioritas, serta menyisihkan penghasilan sesuai tujuan keuangan. Prinsip ini dapat diterapkan oleh pekerja dengan pendapatan tidak tetap, termasuk pengemudi ojol.
Baca Juga
1. Hitung Pendapatan Bersih, Bukan Sekadar Uang Masuk
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap seluruh uang yang masuk dari aplikasi sebagai penghasilan yang bisa dibelanjakan.
Baca Juga
Padahal, pengemudi harus mengeluarkan biaya bensin, parkir, makan selama bekerja, servis kendaraan, dan kebutuhan operasional lainnya.
Misalnya, dalam sehari seorang driver memperoleh Rp250.000. Jika biaya operasional mencapai Rp60.000, pendapatan bersihnya hanya Rp190.000.
Karena itu, catat pemasukan dan pengeluaran setiap hari. Dari angka tersebut, pengemudi bisa mengetahui berapa uang yang benar-benar tersedia untuk keluarga.
2. Pisahkan Uang Kerja dan Uang Rumah Tangga
Setelah mengetahui pendapatan bersih, pisahkan uang operasional dari uang kebutuhan keluarga. Cara sederhana ini membantu mencegah uang bensin atau biaya servis terpakai untuk belanja sehari-hari.
Pengemudi bisa menggunakan rekening berbeda, dompet terpisah, atau beberapa amplop sesuai kebutuhan. Setiap kali selesai bekerja, alokasikan pendapatan bersih untuk belanja rumah, sekolah anak, tagihan, tabungan, dan kebutuhan pribadi.
Tidak harus langsung memakai sistem keuangan yang rumit. Yang terpenting, setiap bagian uang memiliki tujuan yang jelas.
3. Dahulukan Kebutuhan Pokok Keluarga
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketika pendapatan sedang turun, kebutuhan harus diprioritaskan. Mulailah dari makanan, tempat tinggal, listrik, air, pendidikan anak, transportasi, dan tagihan penting lainnya.
Bedakan kebutuhan wajib dengan keinginan yang masih bisa ditunda. Misalnya, membeli aksesori kendaraan yang belum diperlukan dapat menunggu sampai kondisi keuangan lebih longgar.
Halaman Selanjutnya
OJK juga mengingatkan pentingnya menetapkan skala prioritas dan menghindari utang untuk membiayai keinginan yang kurang penting. Informasi tersebut dapat dipelajari melalui materi edukasi keuangan OJK.