asiawebawards.com
  • 2026-08-14 04:01:53 +0000 UTC

    Aug 14, 2026

    Israel Buka Kembali Permukiman di Tepi Barat yang Ditutup 20 Tahun Lalu |Republika Online

    Warga Palestina memeriksa kerusakan pada rumah Farouq Ramadan, seorang warga Palestina yang syahid, di desa Tell, dekat kota Nablus di Tepi Barat, pada 11 Agustus 2026.

    REPUBLIKA.CO.ID,TEL AVIV — Israel telah secara resmi membuka kembali permukiman Ganim di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Pemukim Israel sebelumnya telah meninggalkan area tersebut 20 tahun lalu. 

    “Di sini, ini adalah Tanah Israel. Di sini, kami tinggal selamanya,” kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, saat acara peresmian pembukaan kembali permukiman Ganim pada Kamis (13/8/2026), dikutip laman Al Arabiya.

    Puluhan rumah prefabrikasi telah ditempatkan di Ganim. Aktivitas pembangunan di area permukiman tersebut pun masih berlangsung. Sekitar seratus warga Israel menghadiri upacara pembukaan kembali Ganim. 

    Selain Israel Katz, acara peresmian Ganim juga dihadiri Yossi Dagan. Dia adalah kepala otoritas Israel yang bertanggung jawab atas permukiman di Tepi Barat utara. "Era evakuasi telah berakhir - dari sini, kami hanya membangun," kata Dagan.

    Ganim adalah satu dari empat permukiman Israel di Tepi Barat yang dievakuasi di bawah rencana pelepasan pada 2005. Kala itu Israel dipimpin oleh Ariel Sharon. Pengevakuasian pemukim dari Ganim karena permukiman tersebut berdiri di antara kota dan desa Palestina.

    Saat ini, di bewah pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Israel mempercepat perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat. Selain Ganim, terdapat dua permukiman lain di Tepi Barat yang sebelumnya telah dievakuasi tapi kini dibuka kembali, yakni Sa-Nur dan Homesh.

    Bulan lalu kabinet keamanan Israel telah menyetujui pembangunan permukiman ilegal baru di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Hal itu diumumkan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich lewat akun X-nya pada 15 Juli 2026. 

    Smotrich mengungkapkan bahwa pembangunan permukiman baru di Tepi Barat merupakan gagasannya. Dia mengusulkan agar permukiman tesebut didirikan di dekat permukiman Sa-Nur di Tepi Barat utara. 

    Smotrich menambahkan bahwa usulannya disetujui kabinet keamanan Israel. Dia menggambarkan persetujuan itu sebagai "revolusi bersejarah". Menurut Smotrich, jika nantinya dibangun, permukiman tersebut menjadi yang ke-104 yang disetujui sejak dimulainya pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 2022.

    "104 pemukiman dan lebih dari 160 pertanian akan membentuk tembok pertahanan untuk beberapa kota Israel," tulis Smotrich dalam unggahannya. 

    PBB telah berulang kali menegaskan bahwa permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki adalah ilegal dan melanggar hukum internasional. Menurut PBB, keberadaan dan pembangunan permukiman ilegal tersebut merusak prospek solusi dua negara.

    Sejak menduduki Tepi Barat dan Yerusalem pasca perang tahun 1967, Israel aktif membangun permukiman di kedua wilayah tersebut. Saat ini diperkirakan terdapat lebih dari 700 ribu pemukim Israel yang tinggal di permukiman ilegal di Tepi Barat. 

    2026-08-14 04:01:53 +0000 UTC