Iran tolak usulan gencatan senjata AS
Iran tolak usulan gencatan senjata AS
Jumat, 24 Juli 2026 14:10 WIB
Arsip Foto - Bendera nasional Iran berkibar di sebuah bangunan yang rusak akibat serangan AS-Israel di Teheran, Iran, Senin (20/4/2026). ANTARA/Xinhua/Shadati/am.
Washington (ANTARA) - Iran menolak usulan gencatan senjata oleh Amerika Serikat yang disampaikan Perdana Menteri (PM) Irak Ali al-Zaidi, menurut laporan The New York Times, sementara pertempuran antara kedua negara itu masih berlanjut selama hampir dua pekan.
Dengan mengutip pejabat Iran dan Irak yang mengetahui masalah tersebut, surat kabar itu melaporkan al-Zaidi menyampaikan usulan tersebut saat berkunjung ke Iran setelah bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.
Rincian usulan tersebut belum diungkapkan. Namun, pejabat Iran menyebutnya sebagai satu-satunya proposal yang saat ini diajukan AS. Iran pun menolak usulan itu karena dinilai tidak menyelesaikan persoalan kendali atas Selat Hormuz.
Menurut media Iran, kunjungan al-Zaidi ke Teheran itu merupakan lawatan resmi pertamanya sejak menjabat sebagai perdana menteri Irak pada Mei lalu.
Baca juga: PLN Batam gerak cepat tangani kendala kelistrikan di Kavling Senjulung
Selain bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, al-Zaidi juga bertemu Ketua Tim Negosiasi sekaligus Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Masih menurut laporan tersebut, para pejabat Iran sedang bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya konflik lebih luas, jika Trump benar-benar melaksanakan ancamannya untuk menyerang Iran dan infrastruktur penting lainnya.
Dua pejabat Iran mengatakan kepada The New York Times, seperti dikutip Anadolu, bahwa serangan semacam itu akan mendorong Iran memperluas perang ke tingkat regional, termasuk dengan menargetkan Tel Aviv.
Iran pun akan meminta kelompok Houthi di Yaman untuk menutup Selat Bab al-Mandab.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran tolak usulan gencatan senjata AS lewat PM Irak
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.