Iran sebut sanksi ekonomi baru AS pasti gagal
Sabtu, 22 Agustus 2026 12:36 WIB
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. ANTARA/Dilara İrem Sancar - Anadolu Agency /pri.
Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menegaskan ancaman sanksi ekonomi terbaru dari Amerika Serikat terhadap negaranya dipastikan bakal gagal, merujuk pada hasil dari sejumlah percobaan sanksi sebelumnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi menanggapi pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang merencanakan kampanye tekanan ekonomi berskala besar terhadap Iran.
"Empat belas tahun lalu, sanksi paling melumpuhkan dalam sejarah, gagal. Delapan tahun lalu, tekanan maksimum, gagal," tulis Araghchi di platform pada Jumat (21/8).
Dia juga menyinggung kegagalan seruan Trump lima bulan lalu yang meminta Iran menyerah tanpa syarat.
Araghchi menambahkan langkah yang disebut Trump sebagai "operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah ada" itu juga akan mengalami kegagalan serupa, seperti upaya-upaya Pemerintah AS di masa lalu.
Ketegasan Araghchi itu ditunjukkan dengan mengunggah gambar mantan presiden AS Barack Obama yang berisi pernyataan tahun 2012 dari wakil presiden AS saat itu, Joe Biden, yang menggambarkan tindakan terhadap Iran sebagai "sanksi paling melumpuhkan dalam sejarah sanksi".
Trump sebelumnya mengumumkan niatnya meluncurkan kampanye tekanan maksimum yang disebutnya sebagai "Perang Ekonomi dan Isolasi" untuk memutus seluruh saluran keuangan yang mendukung pemerintah Iran.
Dalam pengumuman tersebut, Trump memperingatkan negara-negara atau entitas yang memberi bantuan ekonomi kepada Iran akan menghadapi konsekuensi berat, dia juga mengajak sekutu AS untuk bergabung melumpuhkan keuangan Iran.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026