Rabu, 09 September 2026, 23:00 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran mendesak para pejabat Amerika Serikat (AS) segera meninggalkan kawasan Timur Tengah di tengah konflik yang semakin menegang.

Desakan tersebut disampaikan Wakil Ketua Parlemen Iran Ali Nikzad dalam sesi virtual parlemen. Ia meminta Presiden AS mengakui kekalahan dan tidak lagi mempertahankan narasi mengenai kejayaan militer Amerika.

Nikzad juga meminta para pejabat AS segera meninggalkan Timur Tengah sebelum reputasi serta wibawa militer negara tersebut mengalami kerusakan yang lebih besar.

Menurut Nikzad, keberadaan militer AS di kawasan tersebut justru semakin tertekan seiring meningkatnya serangan terhadap pusat-pusat strategis mereka.

Serangan yang disebut menghantam pusat komando militer AS menjadi salah satu dasar narasi Iran mengenai semakin terdesaknya posisi militer Amerika di kawasan.

Laporan yang disampaikan menyebut sejumlah komandan AS bahkan terpaksa bersembunyi di hotel-hotel setelah pusat komando mereka dilaporkan hancur.

Nikzad juga menyinggung kondisi para prajurit AS. Ia menyebut tekanan konflik berdampak terhadap kondisi psikologis tentara Amerika, termasuk tingginya tingkat depresi dan kasus bunuh diri yang disebut terjadi di kalangan mereka.

Bahkan, sejumlah pasukan dilaporkan berlabuh hingga ke pantai Thailand.

Serangkaian klaim tersebut digunakan Iran untuk menggambarkan kondisi militer AS yang disebut semakin kehilangan pijakan di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Iran Sindir Militer AS sebagai 'Elang Kertas' Usai Serang Pesta Pernikahan

Hancurnya sejumlah pusat strategis, menurut narasi pihak Iran, menjadi sinyal bahwa keberadaan militer AS menghadapi tekanan yang semakin berat.

Peringatan Nikzad pun menjadi pesan terbuka kepada Washington agar segera menarik diri dari Timur Tengah.

Iran menilai semakin lama militer AS bertahan di kawasan tersebut, semakin besar pula risiko hilangnya reputasi dan wibawa Amerika Serikat di panggung internasional.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat