asiawebawards.com
  • 2026-07-27 23:05:51 +0000 UTC

    Jul 27, 2026

    Iran-AS Setop Saling Serang hingga Bom Meledak di Filipina

    Daftar Isi

    Jakarta, CNN Indonesia --

    Iran dan Amerika Serikat menghentikan serangan sejak tiga hari terakhir, usai Presiden Donald Trump memberi isyarat peluang kelanjutan negosiasi.

    Sementara itu sebuah bom meledak dekat pintu masuk Kementerian Kehakiman Filipina, beberapa jam sebelum Presiden Ferdinand Marcos Jr. dijadwalkan berpidato.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Selasa (28/7).

    Iran 2 Hari Setop Serang AS usai Trump Isyarat Buka Negosiasi

    Iran menghentikan sementara serangan balasan ke Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan membuka peluang negosiasi.

    Selama 13 hari beruntun, pasukan AS telah menggempur Iran habis-habisan. Namun, dalam dua hari terakhir tak ada serangan.

    Penghentian serangan ini muncul usai Trump tampak membuka peluang negosiasi. Trump mengaku belum tahu apakah akan terus melakukan operasi besar-besaran terhadap Iran.

    "Kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Saya rasa mereka semakin serius," kata Trump ke awak media pada Jumat lalu.

    Netanyahu Temui Trump Lagi Besok, Cap Mamdani Tebar Kebencian

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap akan ke Amerika Serikat untuk menemui Presiden Donald Trump di Gedung Putih, Washington DC, pada Selasa (28/7) waktu setempat.

    Setelah itu, Netanyahu akan kembali berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

    Rencana itu tetap dilakukan Netanyahu di tengah seruan Wali Kota New York City Zohran Mamdani mendesak penangkapan pemimpin Partai Likud tersebut atas perbuatan yang ia sebut sebagai kejahatan perang.

    Merespons kecaman dan seruan Mamdani, Netanyahu mengaku tidak khawatir sama sekali dengan pernyataan Mamdani.

    Bom Meledak Dekat Kementerian Filipina Jelang Presiden Marcos Pidato

    Sebuah bom rakitan meledak di dekat pintu masuk Kementerian Kehakiman Filipina pada Senin (27/7) dini hari, beberapa jam sebelum sebuah benda yang diduga bom yang belum meledak ditemukan di dekat Gedung Senat.

    Ledakan yang terjadi sesaat setelah tengah malam itu tidak menimbulkan korban jiwa. Penemuan perangkat mencurigakan kedua terjadi hanya beberapa jam sebelum Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dijadwalkan menyampaikan pidato tahunan State of the Nation Address (SONA).

    Dikutip AFP, Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Jose Melencio Nartatez Jr, mengatakan kepada wartawan pada Senin bahwa ada "kemungkinan besar" kedua insiden tersebut saling berkaitan.

    (tim)

    Add

    as a preferred
    source on Google

    2026-07-27 23:05:51 +0000 UTC