ILUSTRASI. Ilustrasi crowdfunding (KONTAN/Muradi)
Reporter: Belva Safina | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri urun dana atau Securities Crowdfunding (SCF) mencatatkan jumlah investor secara akumulasi telah menembus lebih dari 200.000 investor.
Ketua Umum Asosiasi Layanan Urun Dana Utama (ALUDI) Patrick Gunadi mengatakan, terdapat perubahan preferensi investor di industri SCF. Investor mulai lebih condong memilih instrumen dengan tenor yang lebih pendek.
Meski demikian, efek bersifat utang masih menjadi instrumen yang diminati pasar. Sementara itu, untuk instrumen saham, investor kini cenderung lebih selektif dengan mempertimbangkan bisnis yang memiliki prospek pembagian dividen menarik.
Baca Juga: Tiket MotoGP Mandalika Diskon Rp 300.000, Ini Syarat bagi Nasabah BNI
"Menjaga kepercayaan di tengah sikap investor yang semakin selektif menjadi tantangan utama kami di industri ini," ujar Patrick kepada Kontan, Rabu (23/9/2026).
ALUDI memperkirakan, jumlah investor SCF masih berpeluang tumbuh 5%-10% hingga akhir 2026.
Namun, pertumbuhan tersebut akan sangat bergantung pada kemampuan industri mempertahankan kepercayaan investor.
Menurut Patrick, penguatan kepercayaan menjadi penting seiring meningkatnya kehati-hatian investor dalam memilih instrumen investasi.
Karena itu, ALUDI mendorong penguatan kolaborasi antara penyelenggara, penerbit dan pemangku kepentingan di industri urun dana.
Baca Juga: Kredit Perbankan Melaju, Tapi Belum Merata
Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan edukasi dan literasi investor, sekaligus mendorong penyelenggara melakukan uji tuntas terhadap penerbit secara lebih cermat.
ALUDI juga menekankan pentingnya transparansi informasi dan perlindungan pemodal sebagai bagian dari pengembangan industri SCF.
Dengan langkah tersebut, pertumbuhan jumlah investor diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas dan kepercayaan terhadap industri urun dana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
- urun dana
- Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (Aludi)