Investor Serbu Surat Utang RI Pasca HUT 81 RI, Dana Segar Masuk Rp34 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Lelang surat utang negara (SUN) oleh pemerintah pada 18 Agustus 2026 banyak diserbu oleh kalangan investor.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat, kondisi ini terlihat dari tingginya penawaran yang masuk dari para investor terhadap 9 seri SUN yang ditawarkan pemerintah kemarin.
Nilai penawaran yang masuk mencapai Rp84,75 triliun, jauh lebih tinggi dibanding target indikatif yang dicanangkan pemerintah Rp32 triliun.
"Total penawaran yang masuk sebesar Rp84,75 triliun," dikutip dari keterangan pers DJPPR, Rabu (19/8/2026).
Meski begitu, nilai yang dimenangkan pemerintah dari lelang penerbitan 9 seri SUN itu sebesar Rp34 triliun.
Lelang kali ini digelar melalui sistem lelang Bank Indonesia dengan menawarkan sembilan seri SUN, terdiri dari dua seri baru (new issuance) dan tujuh seri lanjutan (reopening).
"Sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara, Menteri Keuangan menetapkan total nominal yang dimenangkan dari kesembilan seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp34 triliun," sebagaimana laporan DJPPR.
Berikut rincian lengkap hasil lelang kesembilan seri tersebut:
1. SPN01260919 (New Issuance)
Seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tenor 1 tahun ini mencatatkan penawaran masuk sebesar Rp0,67 triliun. Instrumen ini menggunakan skema diskonto dengan tanggal jatuh tempo 19 September 2026.
2. SPN03261118 (New Issuance)
Seri SPN tenor 3 bulan ini menerima penawaran sebesar Rp2,425 triliun, juga dengan skema diskonto dan jatuh tempo pada 18 November 2026.
3. SPN12270805 (Reopening)
Seri SPN tenor 12 bulan ini menjadi salah satu primadona investor dengan penawaran masuk mencapai Rp8,632 triliun, menggunakan skema diskonto dan jatuh tempo 5 Agustus 2027.
4. FR0110 (Reopening)
Seri berkupon tetap dengan tenor jatuh tempo 15 Mei 2032 ini mencatatkan penawaran tertinggi di antara seluruh seri, yakni Rp37,6497 triliun. Pemerintah memenangkan Rp12,8 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 7,00788% dan tingkat kupon 7,25%. Bid-to-cover ratio seri ini tercatat 2,94 kali.
5. FR0108 (Reopening)
Seri bertenor jatuh tempo 15 April 2036 ini menerima penawaran Rp16,1874 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah memenangkan Rp10,3 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 7,10992% dan kupon 6,5%. Bid-to-cover ratio-nya 1,57 kali.
6. FR0106 (Reopening)
Seri dengan jatuh tempo 15 Agustus 2040 ini mencatatkan penawaran masuk Rp7,8685 triliun, dengan nominal dimenangkan Rp4,75 triliun. Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,24% dan kupon 7,125%, dengan bid-to-cover ratio 1,66 kali.
7. FR0107 (Reopening)
Seri bertenor hingga 15 Agustus 2045 ini menerima penawaran Rp6,9955 triliun. Pemerintah memenangkan Rp4,85 triliun dengan yield 7,24998% dan kupon 7,125%. Bid-to-cover ratio tercatat 1,44 kali.
8. FR0102 (Reopening)
Seri jangka panjang dengan jatuh tempo 15 Juli 2054 ini mencatatkan penawaran masuk Rp2,4025 triliun, dengan nominal dimenangkan Rp0,85 triliun. Yield rata-rata tertimbang sebesar 7,29987% dan kupon 6,875%, dengan bid-to-cover ratio 2,83 kali.
9. FR0105 (Reopening)
Seri bertenor paling panjang dengan jatuh tempo 15 Juli 2064 ini menerima penawaran Rp1,926 triliun. Pemerintah memenangkan Rp0,45 triliun dengan yield 7,29746% dan kupon 6,875%. Bid-to-cover ratio seri ini tercatat paling tinggi di antara seluruh seri FR, yakni 4,28 kali.
Adapun seluruh seri SUN yang dimenangkan dalam lelang kali ini akan resmi diterbitkan dan memasuki tanggal setelmen pada 20 Agustus 2026.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]