Saeful Anwar

| 21 Agustus 2026, 17:47 WIB

International Transportation Summit 2026 Dorong Kolaborasi Percepat Transportasi Rendah Karbon

Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan, Robby Kurniawan, hadir sebagai keynote speaker dalam Second Plenary Session bertema "Transport Decarbonisation and Energy Sovereignty: Building a Low-Carbon Mobility Ecosystem for Indonesia".

AKURAT.CO Upaya membangun ekosistem transportasi rendah karbon menjadi salah satu isu strategis yang dibahas dalam International Transportation Summit 2026 yang diselenggarakan ITS Indonesia.

Mewakili Kementerian Perhubungan, Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan, Robby Kurniawan, hadir sebagai keynote speaker dalam Second Plenary Session bertema "Transport Decarbonisation and Energy Sovereignty: Building a Low-Carbon Mobility Ecosystem for Indonesia".

Dalam paparannya, Robby menekankan bahwa dekarbonisasi transportasi tidak hanya berkaitan dengan upaya menurunkan emisi.

Langkah tersebut juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi, meningkatkan efisiensi transportasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Transisi menuju transportasi rendah karbon membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan kebijakan yang konsisten agar tetap sejalan dengan kebutuhan konektivitas dan daya saing nasional," ujar Robby, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: Aliansi Masyarakat Jakarta Ajak Warga Jaga Ibu Kota Tetap Kondusif

International Transportation Summit 2026 dibuka Menteri PPN/Kepala Bappenas dan dihadiri pimpinan ITS dari Singapura, Hong Kong, dan Malaysia.

Forum tersebut juga melibatkan perwakilan kementerian/lembaga, akademisi, pelaku industri, serta peserta dari berbagai negara.

Melalui forum internasional tersebut, diharapkan semakin terbuka ruang kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan inovasi untuk mempercepat terwujudnya ekosistem mobilitas Indonesia yang lebih bersih, efisien, cerdas, dan berkelanjutan.

Kolaborasi lintas sektor dan negara dinilai menjadi salah satu kunci untuk memastikan proses transisi menuju transportasi rendah karbon tetap mendukung kebutuhan konektivitas sekaligus memperkuat daya saing Indonesia.