asiawebawards.com
  • 2026-07-25 12:35:48 +0000 UTC

    Jul 25, 2026

    Insiden Speedboat di Tomini: 12 Penumpang Selamat, 1 ABK Hilang

    Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) menyampaikan perkembangan terbaru terkait insiden hilang kontak dan tenggelamnya speedboat SB. Mister Un (GT 2) di perairan Teluk Tomini, Gorontalo.

    Berdasarkan manifes, kapal tersebut membawa 13 orang yang terdiri dari 11 penumpang warga negara asing (WNA) dan 2 orang awak kapal. Hingga Sabtu (25/7/2026) sore, Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi seluruh penumpang dalam kondisi selamat, sementara operasi pencarian kini difokuskan pada satu awak kapal yang masih belum ditemukan.

    Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengungkapkan seluruh korban selamat telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis.

    "Berdasarkan pembaruan data pada Sabtu (25/7/2026) pukul 15.00 WITA, Tim SAR Gabungan telah menemukan 12 orang dalam keadaan selamat, termasuk 11 penumpang WNA. Seluruh korban selamat telah dievakuasi ke Resort Sanctum di Una-Una untuk penanganan awal, dan selanjutnya dibawa ke RSUD Ampana untuk pemeriksaan medis lanjutan," ujar Masyhud.

    Terkait satu korban yang belum ditemukan, Masyhud memastikan seluruh unsur SAR terus mengintensifkan pencarian di lokasi kejadian.

    "Saat ini, satu orang awak kapal, yakni Nakhoda atas nama Ferdiansyah, masih dalam proses pencarian. Tim SAR Gabungan tengah melakukan penyisiran di sekitar area penemuan korban selamat," tambahnya.

    Sebagai langkah penanganan, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Ampana telah mendirikan Posko Penanganan untuk mengoordinasikan operasi pencarian dan penyelamatan.

    Kronologi: Mati Mesin hingga Diterjang Cuaca Buruk

    Speedboat yang dioperasikan oleh PT Farmaz Jaya Abadi ini diketahui bertolak dari Pelabuhan Una-Una, wilayah kerja UPP Kelas III Ampana, menuju Pelabuhan Marisa, Gorontalo, pada Jumat (24/7/2026) pukul 07.30 WITA.

    Berdasarkan informasi awal di lapangan, SB. Mister Un mengalami kendala teknis berupa mati mesin, yang diperburuk oleh kondisi hidrometeorologi hingga akhirnya membuat kapal tenggelam di sekitar area penemuan korban.

    Kondisi ini kemudian memburuk secara ekstrem pada malam hari, dengan gelombang yang makin tinggi disertai cuaca buruk, yang sempat menghambat jalannya operasi penyelamatan.

    Operasi SAR Terhenti karena Gelombang Tinggi

    Masyhud menegaskan, Ditjen Hubla terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh unsur terkait demi memastikan operasi SAR berjalan efektif dan optimal.

    "Ditjen Hubla terus berkoordinasi dengan Basarnas Gorontalo, TNI AL, Polairud, SROP Ampana, dan pihak terkait di lokasi. Operasi pencarian sempat ditunda pada Jumat (24/7) malam karena kondisi gelombang tinggi di perairan Teluk Tomini demi keselamatan personel SAR. Operasi telah dilanjutkan kembali pada Sabtu pagi," jelasnya.

    Ditjen Hubla turut menyampaikan keprihatinan kepada para penumpang dan keluarga korban, serta menegaskan komitmennya mengawal proses penanganan insiden ini hingga tuntas.

    "Kami memantau secara berkala jalannya operasi SAR dan memastikan upaya pencarian nakhoda dilakukan secara optimal bersama seluruh unsur yang terlibat," tutup Masyhud.

    Sebagai penutup, Ditjen Hubla mengingatkan seluruh operator kapal dan masyarakat maritim untuk memastikan kesiapan teknis armada serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan pelayaran.

    (haa/haa)

    Add

    as a preferred
    source on Google

    [Gambas:Video CNBC]

    2026-07-25 12:35:48 +0000 UTC