Sejumlah penumpang berjalan keluar dari terminal kedatangan domestik Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (26/9/2026). Menjelang penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 atau MotoGP Mandalika Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) telah menerima permintaan 66 penerbangan tambahan nonreguler yaitu 48 extra flight, 11 charter flight, empat penerbangan dengan perubahan ke pesawat berkapasitas lebih besar serta tiga positioning flight untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas penonton dan wisatawan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports memastikan kesiapan seluruh bandara untuk mendukung gelaran MotoGP Mandalika di Lombok, 9-11 Oktober 2026. Tiga bandara disiapkan sebagai pendukung utama gelaran kelas dunia ini, yakni Bandara Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang.
"Bandara Zainuddin Abdul Madjid Lombok menjadi pintu gerbang utama bagi para kru tim dan pebalap MotoGP, serta bagi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara untuk menuju Sirkuit Mandalika," ujar Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Pada 5-15 Oktober 2026 atau bertepatan periode gelaran MotoGP Mandalika, jumlah pergerakan penumpang pesawat di Bandara Zainuddin Abdul Madjid diproyeksikan mencapai 98.670 penumpang. Pahlevi memperkirakan puncak pergerakan penumpang di bandara Lombok pada 9 Oktober 2026 sekitar 8.600 penumpang, lalu 10 Oktober 2026 sekitar 7.600 penumpang, kemudian 11 Oktober 2026 sekitar 9.300 penumpang, dan pada 12 Oktober 2026 mencapai 9.600 penumpang.
“InJourney Airports berkolaborasi dengan seluruh stakeholders antara lain maskapai untuk mengakomodir permintaan yang ada, melalui penerbangan tambahan, penerbangan sewa , serta penggantian pesawat yang lebih besar untuk kapasitas kursi lebih banyak,” ucap Pahlevi.
Per 22 September 2026, Bandara Zainuddin Abdul Madjid dan maskapai penerbangan menambah kapasitas kursi penumpang pesawat menuju dan dari Lombok melalui 66 penerbangan yang terdiri dari 48 penerbangan tambahan, 11 penerbangan sewa (charter), 4 penerbangan dengan mengganti pesawat berukuran lebih besar, dan 3 positioning flight. Total, pada periode 5-15 Oktober 2026, pergerakan penumpang pesawat di bandara Lombok diperkirakan mencapai 1.046 penerbangan.