asiawebawards.com
  • 2026-07-30 04:50:12 +0000 UTC

    Jul 30, 2026

    Inflasi di Rejang Lebong akibat kenaikan harga cabai dan ayam potong - ANTARA News Bengkulu

    Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan laju inflasi di wilayah itu, naik dalam beberapa pekan belakangan akibat adanya kenaikan harga jual aneka jenis cabai dan ayam potong.

    "Inflasi di Kabupaten Rejang Lebong saat ini dipicu oleh kenaikan harga jual cabai merah, cabai setan dan cabai rawit serta ayam potong. Kenaikan harga ini menyebabkan daya beli masyarakat berkurang," kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Rejang Lebong Sofan Wahyudi di Rejang Lebong, Kamis.

    Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan pihaknya di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Rejang Lebong sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain ayam potong dari Rp35.000 menjadi Rp42.000 per kg.

    Sedangkan untuk cabai merah dari Rp30.000 menjadi Rp40.000 per kg, cabai setan dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 per kg, dan cabai rawit hijau dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kg.

    "Rejang Lebong ini memang menjadi daerah penghasil cabai, tetapi saat ini sebagian petani baru melakukan penanaman sehingga pasokan ke pasar menjadi berkurang," terangnya.

    Selain cabai dan ayam potong beberapa jenis sayuran lainnya juga mengalami kenaikan, karena petani baru melakukan penanaman sayuran seperti mentimun, wortel, kol bulat, sawi serta sayuran lainnya.

    Sementara itu untuk beras kemasan bermerek, kata dia, juga mengalami kenaikan terutama beras kemasan, dengan besaran kenaikan rata-rata Rp2.000 hingga Rp5.000 per kemasan.

    Untuk mengantisipasi lonjakan harga di Kabupaten Rejang Lebong TPID setempat telah menyiapkan sejumlah langkah intervensi guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

    Program yang akan dijalankan pihaknya itu, kata Sofan, antara lain Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, inspeksi mendadak ke pasar tradisional, serta pengawasan distribusi dan ketersediaan stok barang.

    Pewarta: Nur Muhamad
    Uploader : Musriadi

    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-30 04:50:12 +0000 UTC