asiawebawards.com
  • 2026-08-16 09:38:54 +0000 UTC

    Aug 16, 2026

    Indonesia dinilai berpeluang perkuat posisi liquidity hub aset kripto

    Peluang tersebut perlu diikuti dengan penguatan ekosistem, terutama dari sisi builders, likuiditas, dan kepastian regulasi.

    Jakarta (ANTARA) - Indonesia dinilai memiliki peluang untuk memperkuat posisinya sebagai liquidity hub aset kripto di kawasan, seiring besarnya minat pasar domestik dan ketertarikan proyek-proyek blockchain global terhadap Indonesia.

    Namun, menurut Vice President of Business Development Indodax James Eugene, peluang tersebut perlu diikuti dengan penguatan ekosistem, terutama dari sisi builders, likuiditas, dan kepastian regulasi.

    Dia menjelaskan, Indonesia telah menjadi pasar yang menarik bagi proyek blockchain global, tingginya aktivitas pasar domestik menunjukkan adanya daya tarik yang dapat menjadi modal awal bagi Indonesia untuk membangun peran yang lebih besar di tingkat regional sebagai liquidity hub.

    “Mereka (proyek global) melihat Indonesia sebagai pasar yang memiliki potensi besar dan likuiditas yang kuat. Namun, likuiditas sendiri jauh lebih kompleks karena melibatkan banyak aktor, sehingga diperlukan sinergi untuk mengembangkan produk dan ekosistem bersama” ujar James dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

    Meski demikian, besarnya peluang pasar tidak berarti seluruh inovasi dapat langsung masuk tanpa mempertimbangkan aspek regulasi, James menilai posisi exchange adalah mencari titik keseimbangan antara kebutuhan pasar, inovasi, dan kepatuhan.

    Perlindungan konsumen, katanya lagi, tetap menjadi pertimbangan utama ketika berhadapan dengan berbagai proyek dan produk baru yang ingin masuk ke pasar Indonesia.

    Menurut James, terdapat dua hal yang perlu diperkuat apabila Indonesia ingin berkembang menjadi crypto hub di Asia Tenggara, yakni pertama, semakin banyak builders yang membangun produk dan infrastruktur dengan kapabilitas global.

    Kedua, ketersediaan likuiditas yang dapat menghubungkan proyek, exchange, investor, dan berbagai bagian dalam ekosistem blockchain.

    Di sisi lain, dia menyatakan kepastian regulasi menjadi salah satu faktor penting untuk menarik partisipasi institusi dan perusahaan global.

    Menurut dia, Indonesia telah memiliki regulasi aset digital, namun kepastian arah regulasi dan infrastruktur hukum akan menjadi salah satu fondasi dalam menentukan keputusan pelaku usaha untuk membangun bisnis di Indonesia.

    “Yang penting adalah kepastian mengenai bagaimana regulasi dan infrastruktur hukum akan berjalan ke depan," katanya saat berbicara dalam panel diskusi pada Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026.

    Bagi institusi atau perusahaan asing, katanya pula, hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan ketika menentukan apakah mereka ingin membangun bisnis di Indonesia..

    Menurutnya, ekosistem perlu membangun lebih banyak produk dan infrastruktur yang dapat digunakan secara global, sekaligus menciptakan kondisi yang memungkinkan likuiditas tumbuh dari sisi supply dan demand.

    Dengan kombinasi tersebut, Indonesia memiliki ruang untuk memperkuat perannya dalam ekosistem aset digital di kawasan.

    James menegaskan penguatan ketiga aspek tersebut dapat menjadi fondasi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar pengguna aset digital, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari ekosistem aset digital regional yang mampu menarik proyek, modal, dan inovasi global.

    Baca juga: Investigasi blockchain dinilai penting seiring pertumbuhan aset kripto

    Baca juga: Industri kripto perlu penguatan ekosisitem yang lebih inklusif

    Pewarta: Subagyo
    Editor: Budisantoso Budiman
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-16 09:38:54 +0000 UTC