Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia
Jumat, 24 Juli 2026 - 14:28 WIB
VIVA –Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menyebut Indonesia berpotensi menjadi salah satu pusat gastronomi dunia. Hal ini tidak terlepas dari kekayaan ragam kuliner otentik dan budayanya. Dengan modal tersebut, Indonesia bisa menawarkan pengalaman wista budaya dan gastronomi otentik kepada wistawan.
Baca Juga
"Mereka melakukan perjalanan untuk pengalaman otentik dan gastronomi telah menjadi salah satu motivator perjalanan terkuat di dunia," kata dia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kementerian Pariwisata bersama Indonesia Gastronomy Network telah meluncurkan Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) untuk mendukung pengembangan wisata budaya dam gastronomi.
Baca Juga
Program tersebut mencakup dukungan untuk meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus membantu masyarakat lokal.
Menteri Pariwisata mengatakan bahwa pengembangan layanan wisata gastronomi perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan hotel, restoran, dan kafe.
Baca Juga
"Kualitas hotel, restoran, kafe, layanan pariwisata, dan para profesional perhotelan pada akhirnya membentuk bagaimana pengunjung merasakan Indonesia," katanya. (Ant)
Pameran Food and Hospitality Indonesia
Disebut Menpar ajang pameran ini menjadi momentum penting untuk memperkuat keterkaitan antara industri makanan, minuman, hospitality, dan pariwisata secara menyeluruh. Menurutnya, pengembangan sektor tersebut menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat daya saing destinasi Indonesia di pasar global.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Pariwisata Indonesia saat ini tidak hanya menawarkan destinasi, tetapi juga pengalaman melalui gastronomi dan kualitas layanan hospitality yang telah menjadi aset strategis dalam memperkuat citra Wonderful Indonesia. Dalam mendukung hal tersebut, kehadiran FHI memiliki peran penting sebagai platform yang menghubungkan produsen lokal dengan buyer internasional, mendorong investasi, serta membangun kemitraan untuk mewujudkan ekosistem pariwisata Indonesia yang semakin inovatif, tangguh, dan berdaya saing global," ujar Widiyanti.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perekonomian Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year-on-year). Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen, sementara konsumsi pemerintah meningkat 21,81 persen. Prospek industri makanan, minuman, dan hospitality Indonesia juga terus menunjukkan tren positif dengan menyumbang sekitar 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional atau senilai sekitar Rp639 triliun pada 2025.
Halaman Selanjutnya
Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi sekaligus tingginya permintaan terhadap sektor hospitality dan food service yang kini menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengatakan hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki pasar domestik yang kuat dengan prospek investasi yang menjanjikan.