Imigrasi Maluku-Pemkab Malteng perkuat pengawasan WNA di Banda Neira beri kemudahan layanan - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) di Banda Neira, seiring meningkatnya potensi kunjungan wisatawan mancanegara, termasuk melalui kapal yacht.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku Gindo Ginting mengatakan penguatan pengawasan tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya memberikan kemudahan layanan keimigrasian bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Banda Neira.
"Pengawasan dan pelayanan harus berjalan beriringan. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya yang menggunakan yacht, maka aspek pemeriksaan keimigrasian dan pengawasan keberadaan orang asing perlu diperkuat," kata Gindo di Ambon, Senin.
Gindo menyampaikan hal itu setelah menerima kunjungan Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir bersama jajaran untuk membahas kesiapan keimigrasian menghadapi potensi peningkatan kunjungan wisatawan asing ke Banda Neira, termasuk dalam rangka persiapan kegiatan internasional pada penghujung tahun.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tengah, sepanjang 2025 kunjungan wisatawan mancanegara ke Banda Neira tercatat sebanyak 365 orang, sedangkan wisatawan nusantara mencapai 1.441 orang.
Berkaitan dengan hal itu Gindo mengatakan salah satu langkah yang didorong adalah mengaktifkan kembali Terminal Khusus (Tersus) Pemeriksaan Imigrasi di Banda Neira.
Dia menilai pengaktifan kembali fasilitas tersebut penting agar wisatawan asing yang datang menggunakan yacht dapat menjalani pemeriksaan keimigrasian secara langsung di Banda Neira tanpa harus terlebih dahulu menuju daerah lain.
"Ini tentu akan memberikan kemudahan bagi wisatawan, sekaligus memastikan setiap orang asing yang masuk dan berada di wilayah Banda Neira tercatat serta memenuhi ketentuan keimigrasian," ujarnya.
Ia menegaskan keberadaan fasilitas pemeriksaan keimigrasian di Banda Neira bukan hanya berkaitan dengan kemudahan layanan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengawasan terhadap lalu lintas orang asing di wilayah kepulauan tersebut.
Menurut dia, pengawasan akan dioptimalkan melalui koordinasi dengan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) serta unsur terkait di daerah, termasuk TNI dan Polri.
Selain aspek pengawasan, dia menilai pengaktifan kembali terminal khusus pemeriksaan imigrasi dapat mendukung pengembangan Banda Neira sebagai destinasi wisata bahari yang memiliki akses langsung bagi wisatawan mancanegara.
Banda Neira memiliki daya tarik sejarah rempah dan wisata bahari yang menjadi salah satu faktor pendorong kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Mobilitas wisatawan juga mendapat dukungan dari kunjungan kapal wisata internasional dan kapal Pelni.
Karena itu, pengembangan pariwisata di Banda Neira perlu berjalan seiring dengan penguatan sistem pemeriksaan dan pengawasan orang asing agar aktivitas wisata tetap berlangsung dengan memperhatikan aspek keamanan serta kepatuhan terhadap ketentuan keimigrasian.
Sementara itu, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menyampaikan kesiapan pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dengan jajaran Imigrasi dalam mendukung pengelolaan kunjungan wisatawan mancanegara di Banda Neira.
Penguatan koordinasi tersebut diharapkan dapat memastikan kegiatan pariwisata internasional berlangsung dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, ketertiban, serta kepatuhan terhadap ketentuan keimigrasian.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.