Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu berpotensi bergerak variatif di tengah pelaku pasar mencermati sentimen dari tingkat global dan domestik.
IHSG dibuka menguat 5,47 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.507,14. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,62 poin atau 0,10 persen ke posisi 642,57.
“IHSG telah bertahan di atas 6.462,35, sehingga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju 6.601,98, dengan resistance berikutnya di sekitar 6.723,32. Sebaliknya, apabila terjadi koreksi dan IHSG kembali turun di bawah 6.462,35, indeks berpotensi menguji level 6.425,22, kemudian 6.350,05 sebagai support berikutnya,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dari mancanegara, ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Kanada meningkat setelah Kanada mengumumkan tarif balasan hingga 50 persen terhadap barang AS senilai hampir 28 miliar dolar AS.
Di sisi lain, perkembangan hubungan antara AS dengan Iran tetap menjadi perhatian pelaku pasar karena langkah AS untuk membatasi akses Iran terhadap sistem keuangan global, sehingga meningkatkan permintaan safe haven.
Namun demikian, laporan mengenai pembahasan Iran dan Oman untuk membentuk koridor maritim sementara di Selat Hormuz, telah membantu mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi.
Di sisi lain, sentimen pasar cenderung positif namun tetap cautious, yang mana pelaku pasar menantikan data inflasi AS dan pidato pejabat bank sentral AS The Fed.
Rebound saham teknologi dan semikonduktor di AS, menunjukkan investor mulai kembali mengambil posisi setelah aksi jual sebelumnya, namun tingginya ekspektasi terhadap kinerja Nvidia meningkatkan risiko buy the rumor, sell the news.
Dari kawasan Asia, pelaku pasar mencermati prospek suku bunga Bank of Japan (BoJ), yang mana mantan anggota dewan BoJ Seiji Adachi memperkirakan BoJ berpotensi menaikkan suku bunga pada bulan depan dan kembali menaikkannya paling cepat pada Januari 2026.
Dari dalam negeri, BEI melakukan evaluasi berkala terhadap 14 indeks saham pada Senin (24/8), yang mulai berlaku pada 1 September 2026 dengan periode efektif yang berbeda sesuai jenis indeks.
Beberapa indeks yang mengalami evaluasi, diantaranya ABX, DBX, MBX, IDXVESTA28, ECONOMIC30, SRI-KEHATI, ESGQKEHATI, ESGSKEHATI, Investor33, ISSI, JII, JII70, IDXSHAGROW, dan IDXMESBUMN.
Dari sisi sosial politik, Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) dijadwalkan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis (27/8) mulai pukul 14.00 WIB dengan estimasi sekitar 1.000 mahasiswa dan masyarakat sipil.
“Aksi ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar domestik apabila berkembang menjadi eskalasi sosial atau mengganggu aktivitas ekonomi, meski dampaknya diperkirakan terbatas apabila berlangsung tertib,” ujar Liza.
Sementara itu, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai menjalankan mandat sebagai intermediary tunggal dalam tata kelola ekspor tiga komoditas SDA strategis, yakni batubara, CPO, dan ferroalloy, dengan total estimasi nilai ekspor hampir 70 miliar dolar AS.
DSI akan memverifikasi kuantitas, kualitas, klasifikasi, harga, pembayaran hingga repatriasi devisa, serta mengintegrasikan data dari tujuh K/L untuk mendeteksi potensi under-invoicing dan transfer pricing.
Adapun, exporter Portal ditargetkan mulai diluncurkan pada September 2026, sementara evaluasi terhadap model intermediary akan dilakukan menjelang 1 Januari 2027.
Bursa saham Eropa mayoritas menguat pada Selasa (25/08), diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,15 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,29 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,61 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,16 persen.
Sementara itu, bursa Wall Street AS kompak menguat pada Selasa (25/08), di antaranya indeks S&P 500 menguat 0,30 persen ke level 7.675,54, indeks Nasdaq Composite menguat 0,70 persen ke 26.151,30, serta Dow Jones Industrial Average menguat 0,30 persen ke 53.577,17.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 0,31 persen ke 66.063,00, indeks Shanghai menguat 0,39 persen ke 3.904,4, indeks Kospi menguat 0,73 persen ke 6.792,41, indeks Hang Seng menguat 0,94 persen ke 25.751,81, dan indeks Straits Times melemah 0,21 persen ke 5.723,26.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.