Jumat, 25 September 2026 - 01:38 WIB

VIVA – Penemuan jasad laki-laki di kawasan pantai Satuan Pemukiman (SP) 10, Desa Rawa Bangun, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, sempat memunculkan dugaan berkaitan dengan hilangnya rombongan jurnalis di perairan Gunung Anak Krakatau (GAK).

Baca Juga

Namun, dugaan tersebut telah diluruskan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko. Jasad yang ditemukan warga pada Kamis pagi itu dipastikan bukan bagian dari rombongan jurnalis yang masih dalam pencarian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Mukomuko, Hitatun, mengatakan identitas korban telah diketahui setelah pihaknya mendatangkan keluarga korban untuk melakukan pengecekan.

Baca Juga

"Yang jelas jasad ini sudah diklarifikasi kepada orang tuanya yang berasal dari Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, dan memang itu anaknya," kata Hitatun saat dihubungi dari Bengkulu, Kamis.

Jasad tersebut pertama kali ditemukan warga di kawasan pantai SP 10 Desa Rawa Bangun, Kecamatan XIV Koto. Saat ditemukan, jasad laki-laki tersebut dalam kondisi tidak mengenakan pakaian bagian atas, namun masih menggunakan celana panjang.

Baca Juga

Mendapat laporan tersebut, BPBD Mukomuko kemudian mengerahkan petugas ke lokasi untuk memastikan kondisi dan melakukan penanganan awal.

Proses evakuasi selanjutnya melibatkan sejumlah unsur, termasuk Basarnas dan kepolisian. Jasad kemudian dibawa ke RSUD Mukomuko untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Jasad tadi sudah dievakuasi di RSUD untuk dilakukan visum dan otopsi. Selanjutnya kewenangan polisi untuk menanganinya," ujar Hitatun.

Sempat Dikaitkan dengan Jurnalis Hilang

Penemuan jasad di pesisir Mukomuko menjadi perhatian lantaran sebelumnya terdapat korban hilang di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.

Apalagi, satu jasad yang ditemukan di sekitar perairan Pulau Enggano, Bengkulu, sebelumnya telah dikonfirmasi sebagai salah satu korban dari rombongan jurnalis yang hilang di kawasan GAK.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi tersebut membuat informasi mengenai penemuan jasad di Mukomuko sempat dikaitkan dengan pencarian korban hilang. Namun, BPBD memastikan jasad yang ditemukan di Pantai SP 10 memiliki identitas berbeda.

Hitatun menjelaskan, pihak keluarga korban dari Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, telah datang untuk memastikan identitas jasad tersebut. Hasilnya, keluarga membenarkan bahwa korban merupakan anggota keluarga mereka.

Halaman Selanjutnya

Korban diketahui merupakan warga Kecamatan Lubuk Pinang, wilayah Kabupaten Mukomuko yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat.