Senin, 21 September 2026 - 13:02 WIB
Amerika Serikat, VIVA – Persaingan industri otomotif global semakin panas. Bukan hanya soal teknologi dan harga, tetapi juga bagaimana produsen dari berbagai negara berebut pasar yang selama ini dikuasai merek-merek besar.
Baca Juga
Dilansir VIVA dari Carscoops, Senin 21 September 2026, Hyundai menjadi salah satu perusahaan yang mulai memperingatkan potensi perubahan besar di pasar otomotif Amerika Serikat. Chief Executive Officer (CEO) Hyundai Motor, Jose Munoz, menilai mobil China bisa memberikan tekanan besar apabila hambatan perdagangan di Negeri Paman Sam dikurangi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Munoz, kondisi tersebut dapat membuat pasar Amerika Serikat mengalami situasi yang mirip dengan Inggris dan sejumlah negara Eropa. Ia mencontohkan Inggris yang kini memiliki penetrasi cukup besar dari merek otomotif China.
Baca Juga
"Inggris, yang dulu merupakan pasar yang sangat menguntungkan dan kuat, telah menjadi seperti China," ujar Munoz.
Ia mengatakan, merek-merek China saat ini menjadi salah satu pemain utama di pasar Inggris karena tidak adanya hambatan perdagangan yang signifikan.
Baca Juga
Munoz memperkirakan kondisi serupa bisa terjadi di Amerika Serikat jika pembatasan terhadap kendaraan China dihapus atau dikurangi tanpa adanya aturan tertentu.
"Jadi saya pikir kita bisa memperkirakan hal serupa terjadi di AS, pada tingkat yang berbeda, kecuali ada kondisi tertentu," katanya.
Saat ini, kendaraan China memang menghadapi hambatan besar untuk masuk ke pasar Amerika Serikat. Salah satunya melalui tarif impor yang tinggi, terutama untuk mobil listrik.
Carscoops melaporkan, tarif terhadap mobil listrik China berada di sekitar 100 persen. Kebijakan tersebut membuat harga kendaraan China menjadi jauh lebih sulit bersaing dengan produk yang sudah dipasarkan di AS.
Namun, situasi itu berpotensi berubah. Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan terbuka terhadap kemungkinan produsen otomotif China membangun kendaraan di Amerika Serikat, selama mereka menggunakan tenaga kerja lokal dan mendirikan fasilitas produksi di negara tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pernyataan itu kemudian mendapat perhatian dari sejumlah produsen otomotif Amerika.
American Automotive Policy Council, organisasi yang mewakili Ford, General Motors, dan Stellantis di Washington, sebelumnya menyampaikan keberatan terhadap gagasan tersebut. Organisasi itu menilai produsen China mendapatkan sejumlah keuntungan dari subsidi pemerintah, kebijakan mata uang, dan faktor lain yang dianggap tidak sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar.
Halaman Selanjutnya
Di sisi lain, Munoz bukan sosok yang menutup mata terhadap perkembangan industri otomotif China. Sebelum memimpin Hyundai, ia pernah menangani operasi Nissan di China dan bahkan mengakui perkembangan teknologi otomotif negara tersebut berlangsung sangat cepat.