Hiswana Migas Sampit serahkan 12 mesin pompa air bantu penanganan karhutla

Rabu, 23 September 2026 20:09 WIB

Image Print

Pengurus DPC Hiswana Migas Sampit menyerahkan bantuan mesin pompa air dan peralatan lainnya kepada Relawan Pemadam Kebakaran Ketapi 3 untuk mengoptimalkan penanganan karhutla di Sampit, Rabu (23/9/2026). ANTARA/Norjani 

Sampit (ANTARA) - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Cabang Sampit menunjukkan kepedulian terhadap musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dengan membagikan bantuan 12 mesin pompa air dan peralatan lainnya kepada petugas dan kelompok relawan pemadam kebakaran.

"Kami menyadari bahwa penanganan karhutla bukan hanya tugas pemerintah dan aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Melalui bantuan ini, kami berharap dapat mempercepat proses pemadaman titik api dan meminimalkan dampak kabut asap yang mengganggu kesehatan serta aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di Sampit," kata Ketua DPC Hiswana Migas Sampit, Axcel Arfriando Narang di Sampit, Rabu.

Bantuan yang diserahkan berupa 12 unit mesin pompa air dan 12 unit selang pemadam kebakaran. Tiga unit diserahkan ke Satgas Penanganan Karhutla di kantor BPBD Kotawaringin Timur, tiga unit ke Relawan Damkar Ketapi 3, serta Relawan Damkar Baamang Hulu dan lainnya.

Penyerahan bantuan diwakili pengurus DPC Hiswana Migas Sampit yakni Bendahara Yusran, Wakil Ketua Bidang Elpiji Retia Arnofah dan pengurus lainnya Dwi Purnomo. Bantuan ini untuk mendukung para petugas dan relawan yang berada di garis depan pemadaman api.

Selain di Kotawaringin Timur, bantuan serupa juga akan diberikan untuk membantu penanganan karhutla di dua kabupaten lain yang merupakan wilayah kerja DPC Hiswana Migas Sampit yaitu Katingan dan Seruyan.

Bantuan yang berasal dari DPP Hiswana Migas dan DPC Hiswana Migas Sampit tersebut sebagai wujud kepedulian para pelaku usaha di bidang minyak dan gas bumi terhadap upaya penanganan bencana kabut asap serta bagian dari ikhtiar menjaga kelestarian lingkungan.

Aksi sosial ini merupakan komitmen nyata dari seluruh anggota Hiswana Migas di wilayah Kotawaringin Timur dan DPP Hiswana Migas untuk hadir di tengah masyarakat dalam menghadapi situasi darurat saat ini.

"Hiswana Migas juga mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta aktif melaporkan jika melihat adanya titik api di lingkungan sekitar," ujar Axcel.

Sementara itu, Yusran menambahkan pihaknya berharap bantuan ini dapat membantu penanganan karhutla saat ini. Pihaknya juga berdoa semoga bencana karhutla dan kabut asap ini segera berlalu dengan datangnya musim hujan.

"Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat membantu pemadaman karhutla di daerah ini," harap Yusran.

Harapan yang sama disampaikan Retia Arnofah. Bantuan ini sebagai bentuk dukungan Hiswana Migas Sampit terhadap upaya penanganan karhutla saat ini meski mereka tidak bisa turun langsung membantu di lokasi kebakaran.

"Jadi bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kami untuk petugas-petugas dan relawan-relawan yang ada di Kota Sampit khususnya," ucapnya.

Disinggung terkait dampak karhutla terhadap kegiatan ekonomi di bidang minyak dan gas bumi, Retia Arnofah mengatakan sejauh ini belum berdampak signifikan.

"Sementara ini bisa diatasi. Jadi masih bisa berjalan dengan normal. Jadi tetap kami dari Hiswana mengusahakan seperti BBM dan elpiji semua tetap berjalan karena itu untuk kebutuhan masyarakat," demikian Retia Arnofah.

Sementara itu, Ketua Relawan Pemadam Kebakaran Ketapi 3, Dani menyampaikan terima kasihnya atas bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan mesin pompa dan peralatan lainnya sangat bermanfaat karena sangat dibutuhkan di lapangan.

"Terlebih ketika banyak terjadi kebakaran dalam waktu bersamaan, mesin yang ada saat ini masih kurang. Untuk itu pihaknya sangat berterima kasih atas bantuan ini," ucapnya.

Dani menceritakan, pemadaman kebakaran lahan berbeda dengan pemadaman kebakaran bangunan. Untuk pemadaman kebakaran bangunan biasanya hanya berkisar dua sampai tiga jam, sedangkan pemadaman kebakaran lahan bisa mencapai lebih dari delapan jam karena tanah gambut yang terbakar sangat sulit dipadamkan lantaran penyiraman harus dilakukan berulang-ulang hingga api yang membakar hingga ke dalam tanah benar-benar padam.

Bagi relawan swasta atau swadaya seperti mereka, bantuan peralatan tersebut sangat berarti. Apalagi, karhutla yang sudah berlangsung lama ini membuat tidak sedikit peralatan yang rusak, seperti selang yang bocor karena terbakar, serta mesin yang rusak karena digunakan hingga berjam-jam.

"Ini juga bantuan tiga mesin pompa ini bukan untuk kami. Ini akan kami serahkan ke kelompok relawan lain yang saat ini sangat membutuhkan mesin baru. Kita semua ini tujuannya sama yaitu membantu masyarakat, jadi kita saling bantu," demikian Dani.

Baca juga: DPRD Kotim dukung raperda pendidikan jadi dasar kebijakan daerah

Baca juga: Pemkab Kotim uji publik raperda penyelenggaraan pendidikan

Baca juga: Komisi III DPRD Kotim siap menindaklanjuti aspirasi kesenjangan insentif dokter

Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.