Hingga Sabtu sore, 38 orang meninggal dunia akibat gempa M 7,7 di NTT
Hingga Sabtu sore, 38 orang meninggal dunia akibat gempa M 7,7 di NTT
Sabtu, 15 Agustus 2026 17:36 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto. ANTARA/Anita Permata Dewi
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan bahwa hingga Sabtu pukul 15.00 WIB, tercatat ada 38 orang meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
"Korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 hari ini terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia," kata Suharyanto dalam konferensi pers daring di Jakarta, Sabtu.
Kemudian, dua orang mengalami luka berat dan 11 orang lainnya luka-luka ringan. Selain itu, kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri.
Pihaknya juga mencatat ada beberapa jalan yang longsor akibat gempa bumi, puluhan rumah warga mengalami rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.
Untuk fasilitas kesehatan, tercatat satu rumah sakit di Maumere, mengalami kerusakan dan banyak puskesmas rusak.
"Bapak Menteri Kesehatan juga menginformasikan bahwa banyak puskesmas yang rusak, hanya satu rumah sakit yang rusak, yaitu di Maumere," kata Suharyanto.
Sementara bandara yang terdampak ada lima bandara.
"Ada 5 bandara yang terdampak, tetapi bukan runaway. Yang terdampak rusak, apakah nanti masuk rusak ringan, rusak sedang atau rusak berat itu di gedung terminal ada 5," katanya.
Kemudian, untuk pelabuhan yang terdampak ada dua, yaitu Pelabuhan Reo dan Pelabuhan Maumere.
Sebelumnya, gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu subuh.
Badan Meteorologi, Kilimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat menyatakan peringatan dini tsunami, namun kemudian peringatan tersebut berakhir pada pukul 07.30 WIB.
Baca juga: BNPB: 14 orang meninggal dunia akibat gempa M7,7 di NTT
Baca juga: Gubernur NTT: Korban meninggal akibat gempa di Flores bertambah
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.